Iran, NyaringIndonesia.com – Pasca serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada Sabtu (28/2/2026), ketegangan regional meningkat drastis. Dampaknya langsung terasa di Selat Hormuz jalur strategis yang dilalui sekitar 20–30 persen pasokan minyak dunia.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Berikut 15 perkembangan utama yang menandai eskalasi krisis:
- Iran Klaim Serang USS Abraham Lincoln
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim menyerang kapal induk AS, USS Abraham Lincoln, dengan empat rudal balistik di wilayah Teluk. Hingga kini belum ada konfirmasi independen dari pihak AS.
- Kapal Terbakar di Dekat Hormuz
Sebuah kapal di lepas pantai Uni Emirat Arab dilaporkan terbakar setelah terkena proyektil tak dikenal. Insiden terjadi 17 mil laut dari Mina Saqr. Otoritas Inggris melalui UKMTO menyatakan kebakaran berhasil dipadamkan dan investigasi berlangsung.
- Seruan “Shelter in Place”
Pemerintah Inggris meminta warganya di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan UEA untuk berlindung di tempat. Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, menyebut respons Iran bersifat “tanpa pandang bulu”.
- Seruan Paus Hentikan Kekerasan
Pemimpin Gereja Katolik, Pope Leo XIV, menyerukan penghentian “spiral kekerasan” di Timur Tengah di tengah sirene serangan udara di Tel Aviv.
- Israel Serang “Jantung” Teheran
Militer Israel menyatakan kembali menggempur Teheran. AS juga mencegat drone di Erbil, Irak, dan memperingatkan warganya di Bahrain dan Yordania.
- Iran Bersumpah Balas Dendam
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyebut pembunuhan Khamenei sebagai “deklarasi perang terhadap umat Muslim”. Ayatollah Alireza Arafi ditunjuk dalam dewan kepemimpinan sementara.
- Gelombang Protes Regional
Aksi massa terjadi di Teheran, Yazd, Baghdad, Karachi, hingga Kashmir. Di Pakistan, sembilan orang dilaporkan tewas saat demonstran mencoba menyerbu konsulat AS.
- Evakuasi Warga Asing
Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menyatakan kesiapan evakuasi warga menggunakan pesawat militer atau charter.
- IAEA Gelar Rapat Darurat
International Atomic Energy Agency menjadwalkan pertemuan darurat atas permintaan Rusia untuk membahas situasi Iran.
- Korban Pejabat Tinggi Bertambah
Sejumlah pejabat tinggi Iran dilaporkan tewas, termasuk kepala staf militer Abdolrahim Mousavi dan Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh (menurut laporan media pemerintah).
- Pernyataan Donald Trump
Presiden AS, Donald Trump, menyatakan serangan akan berlanjut dan memperingatkan Iran terhadap balasan lebih jauh.
- Petinggi Garda Revolusi Tewas
Iran mengonfirmasi kematian kepala IRGC, Mohammad Pakpour, dan penasihat keamanan Ali Shamkhani.
- Dewan Keamanan PBB Rapat
United Nations Security Council menggelar pertemuan darurat. Iran menuduh AS–Israel melakukan kemungkinan “kejahatan perang”.
- Penutupan Wilayah Udara
Iran, Irak, Kuwait, Suriah, Qatar, UEA, dan Israel menutup wilayah udara. Maskapai internasional membatalkan penerbangan, memicu gangguan global.
- Konflik Meluas ke Negara Lain
- Drone Iran menyerang pelabuhan Duqm di Oman
- Dua orang tewas di Abu Dhabi
- Iran menargetkan Armada Kelima AS di Bahrain
- Seorang perempuan tewas dan 21 luka di Tel Aviv
- Iran mengeklaim 108 siswi tewas di Minab (belum terverifikasi)
Penutupan Selat Hormuz berpotensi memicu lonjakan harga minyak global, gangguan rantai pasok energi, volatilitas pasar keuangan, serta risiko konfrontasi militer langsung antara kekuatan besar.
Eskalasi ini menunjukkan konflik telah bergeser dari serangan bilateral menjadi krisis regional dengan implikasi global yang signifikan—baik dari sisi keamanan, ekonomi, maupun stabilitas diplomatik internasional.
=======================
Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.
Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News
