Inisiatif Babinsa Koramil 1612-02/Komodo, Jalan Dusun Lambur Akhirnya Diperbaiki

Jalan rusak
Proese pembangunan jalan rusak di Dusun Lambur, Desa Tiwu Nampar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT,

NTT, NyaringIndonesia.com – Warga Dusun Lambur, Desa Tiwu Nampar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, kini bisa tersenyum lega. Akses jalan menuju kampung mereka yang selama ini rusak parah akhirnya berhasil diperbaiki.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Suasana bahagia menyelimuti dusun kecil di lereng perbukitan itu, terutama karena proses pembangunan jalan ini melibatkan inisiatif langsung dari putra daerah, Serka Muhamad Suhardi.

Pria yang akrab disapa Ardi, merupakan Babinsa yang bertugas di Desa Warloka, Koramil 1612-02/Komodo, Labuan Bajo, sejak tahun 2015. Ia bukan orang asing bagi masyarakat Lambur. Lahir dan besar di sana, Ardi memahami betul kesulitan yang dihadapi warga kampungnya, terutama ketika harus melewati jalan berlumpur dan licin, terlebih saat musim hujan tiba.

IMG 20250421 122600
Serka Muhamad Suhardi

Perjalanan Ardi sebagai Babinsa dimulai sejak 2013 ketika ia ditugaskan di Desa Nggalak, Kecamatan Reok Barat. Dua tahun kemudian, ia kembali ke tanah kelahirannya dengan semangat pengabdian yang lebih besar. Dan salah satu wujud nyata pengabdiannya adalah keberhasilannya mendatangkan alat berat (excavator) untuk membenahi jalan di kampungnya sendiri.

“Banyak yang bertanya, bagaimana saya bisa datangkan excavator? Jawabannya sederhana: karena saya peduli. Saya tak punya kepentingan lain selain ingin melihat warga kampung saya bisa hidup lebih layak, bisa akses keluar kampung tanpa harus bertaruh nyawa di jalan rusak,” ungkap Ardi, saat ditemui. Minggu (20/04/2025).

Langkah Ardi tak lepas dari bantuan pihak swasta. Ia mengaku menghubungi pemilik perusahaan Lima Bintang, yang bersedia meminjamkan satu unit excavator tanpa biaya, hanya bahan bakarnya dari warga.

Setelah itu, excavator pertama tiba pada Desember 2024 dan digunakan untuk membuka jalur di kawasan tanjakan menuju perkuburan Lambur, yang dikenal sebagai titik paling berbahaya saat hujan turun.

“Excavator datang kedua kalinya pada 21 Februari 2025. Saya langsung ajak warga bergotong-royong, saling bantu. Kami siapkan bahan bakar, kerahkan tenaga, dan bahkan kumpulkan dana untuk sewa dump truck guna mengangkut kerikil ke badan jalan,” tutur Ardi.

Tak hanya itu, sebanyak tiga deker juga dibangun lengkap dengan gorong-gorong agar aliran air tidak merusak badan jalan. Seluruh proses pengerjaan berlangsung lancar dan aman. Setelah jalan selesai, Ardi dan warga masih melanjutkan pengerjaan lanjutan berupa perataan lahan untuk kepentingan umum.

Dibawah arahan tu’a adat Ahmad Sahudi, masyarakat Lambur menunjukkan solidaritas luar biasa. Mereka bergandengan tangan demi masa depan yang lebih baik, demi anak cucu yang kelak tak lagi harus berjuang melintasi jalan rusak untuk sekolah atau mencari penghidupan ke luar kampung.

Ardi berharap pemerintah daerah bisa segera turun tangan dan menjadikan pembangunan jalan ini sebagai perhatian serius. “Kami sudah mulai, semoga ke depan ada dukungan dari pemerintah. Jalan ini bukan hanya untuk Lambur, tapi juga untuk kemajuan wilayah sekitar,” ujarnya penuh harap.

 

 

==============

Disclaimer:

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News

Berita Utama