Harga Pi Network Berpotensi Naik 100%, Berikut 3 Faktor Pendorongnya

Pi Network

Cimahi, NyaringIndonesia.com – Harga koin Pi Network (PI) dilaporkan mengalami kelelahan tren naik (bullish exhaustion) setelah turun 3,50% ke level $0,7225, meski sempat melonjak 30% dalam dua hari terakhir.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Meski begitu, para analis melihat potensi lonjakan harga hingga 100%.Berikut 3 Alasan Mengapa Harga Pi Network Bisa Melonjak 2 Kali Lipat.

  1. Breakout Pola Adam dan Hawa Harga Pi Network baru-baru ini membentuk pola grafik “Adam dan Hawa” pada grafik 4 jam, dengan reversal berbentuk V dari $0,40 ke $0,77 (Adam) dan pembalikan melengkung (Hawa). Garis leher (neckline) berada di $0,77, dan jika berhasil ditembus, target teknikalnya berada di $1,54, mengindikasikan potensi kenaikan hampir 100%.
  2. Sinyal Bullish dari Indikator Teknis Pergerakan harga Pi Network diperkuat oleh crossover positif antara rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 50 dan 100, menunjukkan momentum beli yang kuat. Selain itu, Indeks Kekuatan Relatif (RSI) pada grafik 4 jam telah memasuki zona overbought, memperkuat peluang breakout lebih lanjut.
  3. Spekulasi Listing di Bursa Besar Rumor tentang pencatatan (listing) di bursa besar seperti Binance semakin menguat. Sebuah dompet tunggal baru-baru ini menarik 70 juta koin PI dari OKX, yang diduga terkait dengan Binance. Selain itu, HTX (sebelumnya Huobi) beberapa kali memposting logo Pi Network di platform media sosialnya, memperkuat spekulasi ini.

Meskipun harga Pi Network saat ini berada dalam fase koreksi, berbagai indikator teknis dan rumor positif mengenai listing di bursa besar membuat prospek kenaikan harga tetap kuat. Jika pola teknis ini berhasil terkonfirmasi, bukan tidak mungkin harga Pi bisa melesat hingga dua kali lipat dalam beberapa minggu ke depan.

 

==============

Disclaimer:

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News

Berita Utama