Harga Emas Antam Naik Rp23.000, Tapi Investor Jangka Pendek Masih Merugi

Emas Antam

Jakarta, NyaringIndonesia.comHarga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) 24 karat kembali menguat setelah sempat melemah dalam beberapa pekan terakhir. Pada Rabu 21 Mei 2025, harga emas naik sebesar Rp23.000 per gram, dari sebelumnya Rp1.871.000 menjadi Rp1.894.000 per gram.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Tak hanya harga jual, harga beli kembali (buyback) yang ditetapkan oleh Logam Mulia juga mengalami kenaikan serupa, yakni Rp23.000 per gram—dari Rp1.715.000 menjadi Rp1.738.000. Dengan demikian, selisih antara harga jual dan buyback kini berada di angka Rp156.000 per gram.

Kenaikan ini menjadi sinyal positif di tengah penurunan harga emas Antam secara bulanan yang tercatat mencapai -4,34%. Namun, bagi investor jangka pendek, pergerakan ini belum cukup untuk menutup potensi kerugian.

Dalam perdagangan emas batangan, Antam selalu menetapkan dua jenis harga:

  1. Harga Emas (jual) – harga ketika konsumen membeli dari gerai Logam Mulia.
  2. Harga Buyback (beli kembali) – harga ketika konsumen menjual kembali emas ke gerai tersebut.

Selisih antara keduanya dalam hal ini Rp156.000 per gram harus diperhatikan serius oleh calon investor, terutama yang berorientasi jangka pendek. Tanpa mempertimbangkan selisih tersebut, investor berisiko salah menghitung potensi keuntungan dan kerugian.

Berikut simulasi potensi untung/rugi jika investor menjual emas pada harga buyback hari ini (Rp1.738.000 per gram):

Tanggal Beli Harga Beli (per gram) Untung/Rugi (%)
14 Mei 2025 Rp1.886.000 -7,85% (rugi)
21 April 2025 Rp1.980.000 -12,22% (rugi)
21 Februari 2025 Rp1.707.000 +1,82% (untung)
21 November 2024 Rp1.508.000 +15,25% (untung)
21 Agustus 2024 Rp1.415.000 +22,83% (untung)
21 Mei 2024 Rp1.358.000 +27,98% (untung)
21 Februari 2024 Rp1.131.000 +53,67% (untung)
21 November 2023 Rp1.095.000 +58,72% (untung)
21 Agustus 2023 Rp1.057.000 +64,43% (untung)

 

Data di atas menegaskan bahwa investasi emas batangan idealnya dilakukan untuk jangka panjang. Dalam periode satu tahun atau lebih, potensi keuntungan jauh lebih besar, bahkan menyentuh angka di atas 50 persen. Namun, dalam jangka pendek, pergerakan harga yang fluktuatif dan selisih harga jual–buyback bisa membuat investor mengalami kerugian.

Karena itu, penting bagi siapa pun yang tertarik berinvestasi emas untuk memahami mekanisme harga, bersabar, dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan jual atau beli.

 

 

==============

Disclaimer:

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News

Berita Utama