Cimahi, NyaringIndonesia.com – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Per Maret 2025, jumlah penduduk miskin tercatat sebesar 8,47 persen dari total populasi, setara dengan 23,85 juta jiwa.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Angka ini menurun dibandingkan posisi September 2024 yang berada di angka 8,57 persen atau 24,06 juta orang.
Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, menyatakan bahwa capaian ini merupakan tonggak penting dalam sejarah statistik Indonesia.
“Ini adalah angka kemiskinan terendah yang pernah kami catat dalam dua puluh tahun terakhir,” ujarnya dalam konferensi pers daring yang disiarkan melalui kanal resmi BPS di YouTube.
Beberapa faktor disebut berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan ini, terutama di sektor pertanian. Kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) serta naiknya harga komoditas pangan dinilai meningkatkan pendapatan rumah tangga petani. Di saat yang sama, jumlah tenaga kerja di sektor pertanian juga mengalami kenaikan dari 40,72 juta menjadi 41,6 juta orang.
Meski begitu, BPS menyoroti masih adanya ketimpangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Data menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di pedesaan mencapai 11,03 persen, jauh di atas angka kemiskinan perkotaan yang hanya 6,73 persen.
Adapun garis kemiskinan nasional kini berada di angka Rp609.160 per orang per bulan, mengalami kenaikan 2,34 persen dibandingkan sebelumnya.
Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka juga menurun secara signifikan menjadi 4,76 persen, level terendah sejak krisis moneter tahun 1998.