Cianjur, NyaringIndonesia.com – Adik korban, Cucum Suhenda (50), mengatakan bahwa kakaknya mengambil labu siam karena terdesak kebutuhan hidup. Labu siam tersebut rencananya akan dimasak untuk menu berbuka puasa.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Menurut Cucum, kondisi ekonomi korban memang sangat sulit. Sehari-hari korban bekerja sebagai buruh serabutan dan hanya bekerja jika ada orang yang memanggilnya.
“Kondisi ekonomi korban memang tidak mampu. Kerjanya serabutan, kalau ada yang menyuruh baru bekerja,” ujarnya, dikutip dari Radar Cianjur, Selasa (3/3).
Cucum juga mengaku sempat melihat langsung saat korban dianiaya oleh terduga pelaku. Ia sempat berusaha melerai, namun tidak berani berbuat lebih jauh karena takut mendapat intimidasi.
“Saya sempat mencoba melerai, tapi tidak bisa berbuat banyak karena pelaku sangat brutal. Saya juga takut diintimidasi,” katanya.
Setelah kejadian penganiayaan tersebut, korban mengeluh merasa sakit dan pusing. Bahkan sehari setelah kejadian, korban sempat muntah darah.
Cucum mengatakan pihak keluarga tidak mampu membawa korban berobat karena keterbatasan biaya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja mereka sudah kesulitan.
“Kami tidak sanggup membawa korban berobat. Untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah sangat sulit. Memang ini takdir, tapi kami tetap ingin ada keadilan,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi ekonomi korban sangat memprihatinkan. Bahkan untuk makan sehari-hari pun sering mengalami kesulitan. Karena itu, ia berharap ada keadilan atas peristiwa yang menimpa saudaranya.
“Saya ingin ada keadilan bagi korban, karena ini sudah penganiayaan sampai menyebabkan meninggal dunia. Bahkan keluarga juga kebingungan, untuk biaya pemakaman saja tidak ada,” katanya.
Diketahui, korban meninggalkan dua orang anak yang sudah dewasa. Namun secara keseluruhan kondisi ekonomi keluarga masih tergolong lemah.
Saat ini, kasus tersebut sedang ditangani oleh pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kronologi kejadian serta motif pasti dari peristiwa tersebut.

