Alun-Alun Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang berada di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Bandung Barat, NyaringIndonesia.com – Kondisi Alun-Alun Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang berada di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, kembali menjadi perhatian masyarakat. Ruang terbuka publik yang diharapkan menjadi pusat aktivitas warga itu kini dinilai mengalami penurunan kualitas akibat minimnya perawatan, kerusakan sejumlah fasilitas, serta belum jelasnya sistem pengelolaan.
Sejumlah fasilitas di kawasan alun-alun dilaporkan mengalami kerusakan. Selain kondisi jalan yang mulai rusak di beberapa titik, kebersihan lingkungan juga dinilai kurang terjaga. Situasi tersebut memunculkan keluhan dari warga sekitar yang selama ini turut berpartisipasi menjaga kawasan tersebut.
Salah seorang warga Desa Mekarsari, Redi, menilai hingga saat ini belum ada kepastian mengenai pihak yang bertanggung jawab penuh terhadap pengelolaan Alun-Alun KBB. Menurutnya, perawatan kawasan lebih banyak dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dan pemerintah desa.
“Alun-Alun KBB ini masih terkesan abu-abu. Sampai sekarang pengelolaannya belum jelas. Yang lebih sering melakukan perawatan justru pihak desa, sedangkan dari pemerintah daerah hanya ada petugas kebersihan yang datang sekitar satu kali dalam sebulan,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).
Redi menjelaskan, saat alun-alun pertama kali dibuka untuk masyarakat, semangat gotong royong warga cukup tinggi. Masyarakat secara sukarela bergiliran menjaga kebersihan, merawat taman, hingga memperhatikan fasilitas umum agar tetap nyaman digunakan.
Namun, seiring berjalannya waktu, partisipasi warga mulai berkurang. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh belum adanya kepastian mengenai mekanisme pengelolaan serta minimnya dukungan dari pemerintah daerah dalam pemeliharaan kawasan.
Padahal, Alun-Alun Kabupaten Bandung Barat masih menjadi salah satu ruang publik favorit yang ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada sore hingga malam hari, akhir pekan, maupun saat libur nasional. Pengunjung tidak hanya berasal dari wilayah Ngamprah, tetapi juga dari berbagai kecamatan lain di Kabupaten Bandung Barat.
Tingginya jumlah pengunjung sayangnya belum diimbangi dengan kesadaran untuk menjaga kebersihan dan merawat fasilitas umum. Sampah yang ditinggalkan sembarangan serta tindakan vandalisme di beberapa fasilitas menjadi pemandangan yang masih sering ditemui.
Selain persoalan kebersihan, keamanan kawasan juga menjadi tantangan tersendiri. Redi mengungkapkan bahwa aksi pencurian fasilitas umum telah beberapa kali terjadi dan menyebabkan kerugian yang tidak sedikit.
Menurutnya, sedikitnya tiga kasus pencurian telah terjadi sejak alun-alun beroperasi. Berbagai fasilitas yang menjadi sasaran pelaku antara lain lampu penerangan, kabel panel listrik, besi, hingga wastafel yang berada di area publik.
“Akibat pencurian itu, seluruh lampu di kawasan alun-alun sempat padam secara bersamaan karena kabel panel listriknya hilang,” katanya.
Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan pengunjung, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap aspek keamanan, terutama pada malam hari ketika penerangan kawasan tidak berfungsi secara optimal.
Sebagai langkah antisipasi, warga bersama pemerintah desa berinisiatif memasang kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik strategis. Pemasangan perangkat tersebut diharapkan mampu mempersempit ruang gerak pelaku pencurian sekaligus meningkatkan rasa aman bagi masyarakat yang memanfaatkan fasilitas publik tersebut.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dapat segera mengambil langkah konkret dengan memperjelas status pengelolaan Alun-Alun KBB, meningkatkan intensitas perawatan, serta memperkuat sistem pengamanan agar berbagai fasilitas yang telah dibangun menggunakan anggaran publik dapat terjaga dengan baik.
Masyarakat juga mengajak seluruh pengunjung untuk memiliki rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian fasilitas umum. Sebab, keberadaan alun-alun tidak hanya menjadi ruang rekreasi, tetapi juga merupakan aset publik yang harus dirawat demi kepentingan seluruh warga Kabupaten Bandung Barat.
Berita ini telah dikembangkan dengan penambahan latar belakang, dampak terhadap masyarakat, serta harapan warga sehingga lebih komprehensif dan layak dipublikasikan sebagai berita media online.
======================
Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.
Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News

