Anggota DPRD Usulkan Pemkot Cimahi Bentuk BUMD Air Mineral 

DPRD Cimahi

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat dengan memangkas Transfer ke Daerah (TKD) berdampak pada berbagai program yang tengah dijalankan oleh pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kota Cimahi. Kondisi tersebut membuat Pemkot Cimahi harus lebih selektif dalam menentukan prioritas program, terutama yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Menanggapi situasi itu, Anggota DPRD Kota Cimahi dari Partai Demokrat, Iwan Setiawan, coba mengusulkan agar Pemerintah Kota Cimahi membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Menurutnya, pembentukan BUMD tidak harus dilakukan dengan modal besar, melainkan dapat dimulai dari usaha yang relatif sederhana dan potensial, seperti pengolahan air mineral.

Iwan menilai, jika dikelola dengan baik, BUMD air mineral dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah. Ia mencontohkan, apabila produk air mineral tersebut digunakan oleh seluruh instansi di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi, maka perputaran anggaran dapat tetap berada di daerah.

“Jadi nantinya semua instansi di Cimahi menggunakan air mineral produksi Cimahi. Dengan begitu, APBD Cimahi bisa meningkat. Daripada anggarannya keluar dan digunakan untuk membeli produk dari perusahaan besar seperti Aqua dan lainnya, kenapa tidak digunakan untuk produk Cimahi sendiri? Kan itu juga akan memberikan pemasukan bagi daerah,” ujar Iwan kepada media usai kegiatan reses, Rabu (11/03/26).

Ia menambahkan, sejumlah anggaran yang saat ini tersimpan di bank dapat dimanfaatkan sebagai modal awal pembentukan BUMD. Namun demikian, pengelolaannya harus diserahkan kepada tenaga profesional yang memiliki visi bisnis yang jelas agar perusahaan daerah tersebut dapat berkembang dan menghasilkan keuntungan.

“Harus dikelola oleh orang-orang profesional yang punya visi usaha yang baik, serta manajemen yang profesional. Dengan begitu BUMD ini bisa menghasilkan profit,” katanya.

Iwan menilai, selama berdirinya Kota Cimahi, belum ada kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berasal dari BUMD. Padahal, menurutnya, Cimahi memiliki potensi sumber daya alam, khususnya sumber air bersih, yang dapat diolah menjadi produk air mineral dengan standar nasional.

“Padahal sumber airnya dari Cimahi. Kenapa tidak diolah menjadi air mineral yang layak minum sesuai Standar Nasional Indonesia, dengan merek sendiri. Saya optimistis ke arah sana, karena Cimahi termasuk daerah yang belum memiliki BUMD yang kuat,” tambahnya.

Ia juga mencontohkan sejumlah daerah lain yang berhasil mengembangkan BUMD sebagai sumber pendapatan daerah, seperti Kabupaten Bandung yang memiliki berbagai unit usaha, mulai dari sektor pariwisata hingga peternakan.

Menurut Iwan, Kota Cimahi memiliki potensi sumber daya air yang cukup melimpah dan dapat dimanfaatkan secara optimal. Ia berharap di bawah kepemimpinan wali kota dan wakil wali kota saat ini, pemerintah daerah dapat membuka peluang pembentukan BUMD yang berorientasi pada pengembangan potensi lokal.

“Kami dari legislatif tentu akan mendorong jika visinya baik. Jangan sampai penanaman modal justru merugikan seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Kalau dikelola dengan baik, potensi air di Cimahi bisa menjadi peluang usaha yang memberikan manfaat bagi daerah,” pungkasnya.