Apakah Obat Warung Berbahaya, Simak Penjelasan Berikut

obat warung
Illustrasi obat warung yang dijual bebas

NyaringIndonesia.com – Untuk membeli obat warung anda tidak perlu memiliki resep dokter. Biasanya sebelum mebeli obat warung kebanyakan  membaca deskripsi kegunaannya dan kadang tidak sesuai anjuran yang tepat. Namun, apakah obat warung berbahaya? Simak penjelasannya di sini.

Apa itu obat warung?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, obat ini sesuai namanya tersedia secara bebas di warung. Dalam istilah medis, obat-obatan ini termasuk ke dalam jenis obat bebas yang memiliki logo berwarna hijau. Dalam bahasa Inggris, obat jenis ini juga dikenal sebagai over the counter atau obat OTC karena tersedia di rak-rak toko.

Pada umumnya, obat bebas ini memiliki fungsi sebagai analgesik atau antipiretik. Analgesik bermanfaat untuk mengatasi nyeri, contohnya seperti paracetamol dan ibuprofen. Sedangkan antipiretik bermanfaat untuk mengatasi demam. Seringkali, obat warung memiliki sifat analgesik dan antipiretik bersamaan.

Flu, demam, pilek, dan batuk adalah beberapa penyakit yang umum terjadi di masyarakat Indonesia. Obat-obatan untuk mengatasinya banyak yang tergolong obat warung.

Apakah obat warung berbahaya?

Pada umumnya, obat warung telah mendapatkan izin untuk diedarkan secara bebas. Kondisi ini berlaku selama warung yang menjualnya telah mendapat izin secara resmi.

BACA JUGA:  Pemkab Garut Dukung Wujudkan STBM

Namun, obat warung dapat menjadi berbahaya jika ternyata tidak asli atau berarti palsu. Karena bisa diedarkan secara bebas, beberapa pihak mungkin memanfaatkannya untuk keuntungan pribadi dan memalsukan suatu produk obat.

Maka dari itu, ada beberapa hal yang harus Anda waspadai sebelum membeli obat warung.

1. Cek kemasan dan informasi obat 

Hindari pembelian obat palsu atau ilegal dengan mengecek kemasan dan informasi obat dengan benar. Jangan membeli obat yang kemasannya sudah rusak atau tidak memiliki tulisan dengan ejaan yang baik dan benar. Semua jenis obat yang legal juga telah mendapatkan lisensi dari BPOM.

Selain itu, cek juga waktu atau masa kadaluarsa dari obat. Pada umumnya, obat memiliki masa kadaluarsa yang bervariasi. Namun, obat yang kemasannya sudah rusak akan memakan waktu obat. Dengan begitu, obat sudah tidak akan layak dikonsumsi.

Anda juga harus mengecek informasi apakah obat yang akan dibeli benar-benar sesuai dengan kebutuhan Anda atau tidak. Seringkali satu jenis obat yang memiliki merek sama memiliki beberapa varian sesuai dengan jenis penyakit. Contohnya, obat batuk dibedakan lagi menjadi batuk berdahak dan kering.

BACA JUGA:  Kesehatan Keluarga Terjaga, Kurangi Konsumsi Makanan Berikut

2. Kontraindikasi dan alergi

Untuk mendapatkan obat resep, dokter perlu mengetahui riwayat dan kondisi penyakit Anda. Hal ini dilakukan demi menghindari munculnya kontraindikasi dan alergi yang muncul dari penggunaan obat.

Tidak sama seperti obat resep, Anda dapat mengonsumsi obat warung tanpa sangat memperhatikan riwayat kesehatan Anda. Mungkin saja Anda segera membeli obat demi mengatasi penyakit dengan cepat. Namun hal ini justru harus diwaspadai karena efek samping obat dapat memperburuk atau menyebabkan komplikasi.

Maka dari itu, Anda harus mencari tahu dahulu kontraindikasi dan alergi dari obat yang ingin dibeli. Jangan sampai Anda melewatkan informasi penting ini.

3. Konsumsi sesuai dosis

Mungkin sebagian orang merasa obat warung dapat dikonsumsi berulang kali karena tersedia bebas. Namun, obat warung juga harus selalu dikonsumsi sesuai anjuran dosis.

Minum obat terlalu banyak tidak akan membuat Anda cepat sehat. Justru, dosis yang berlebihan dapat menimbulkan penyakit lain atau komplikasi.

Selain itu, obat yang bersifat analgesik dapat mengakibatkan gangguan pada organ ginjal dan hati Anda, dan pencernaan lainnya. Bahkan dosis yang berlebihan dapat mengancam jiwa.

4. Waspada Interaksi obat

Beberapa jenis obat tidak dapat dikonsumsi bersamaan dengan jenis obat lainnya. Jika dikonsumsi, obat yang saling berinteraksi dapat menyebabkan gagal organ hingga overdosis.

BACA JUGA:  Antisipasi Penyebaran Makanan Berformalin, Kapolresta Bandung Sidak ke Pasar Soreang

Pada umumnya, satu jenis zat obat tidak dapat dikonsumsi bersama dengan obat yang memiliki zat serupa. Contohnya adalah asetaminofen yang ada di dalam obat warung dapat menyebabkan gagal hati jika terjadi interaksi obat antara asetaminofen dengan obat dari resep.

Jika Anda sedang mengonsumsi obat resep, konsultasikan dahulu dengan dokter Anda jika ingin mengonsumsi obat warung atau produk obat di luar resep.

5. Pahami kontraindikasi untuk kelompok tertentu

Obat warung diperuntukkan untuk khalayak umum yang mengalami penyakit tertentu. Namun, ada beberapa kelompok yang harus lebih memperhatikan konsumsi obat, yaitu bayi, anak, lansia, dan ibu hamil serta menyusui.

Ini dikarenakan beberapa kelompok tertentu memiliki daya tahan tubuh dan cara kerja tubuh yang seringkali lebih rentan daripada orang lain.

Salah satu contohnya adalah ibu hamil yang  tidak diperbolehkan mengonsumsi obat warung secara sembarangan untuk mengatasi batuk. Ini dikarenakan obat batuk pada ibu hamil ditakutkan dapat menyebabkan gangguan janin. Maka dari itu, selalu konsultasikan dulu dengan dokter jika Anda masuk ke dalam kelompok tertentu. (lifepack)

 

BERITA TERBARU

Aplikassi e-TJSP Hadir Untuk Solusi

PEKANBARU, NyaringIndonesia.com – Bupati Bengkalis kasmarni launching aplikasi Elektronik Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (e-TJSP) “Tanjak Bermasa” Kabupaten