Arab Saudi, NyaringIndonesia.com – Arab Saudi dilaporkan telah menyampaikan peringatan kepada Teheran terkait kemungkinan eskalasi konflik jika serangan terhadap wilayah dan sektor energi kerajaan terus berlanjut.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Menurut laporan Asia One, Arab Saudi menegaskan bahwa meskipun mereka mendukung penyelesaian konflik antara Iran dan Amerika Serikat melalui jalur diplomatik, serangan yang terus terjadi dapat memaksa Riyadh untuk memberikan respons serupa.
Peringatan tersebut disampaikan sebelum pidato Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada Sabtu (7 Maret). Dalam pidatonya, Pezeshkian menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara Teluk atas tindakan Teheran yang memicu ketegangan di kawasan.
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya untuk meredakan kemarahan negara-negara regional setelah serangan Iran dilaporkan mengenai sejumlah target sipil.
Dua hari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan, melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi. Dalam percakapan tersebut, Riyadh menegaskan posisinya terkait konflik yang sedang berlangsung.
Arab Saudi menyatakan terbuka terhadap berbagai bentuk mediasi yang bertujuan menurunkan ketegangan serta mencari penyelesaian melalui jalur negosiasi.
Sumber yang mengetahui situasi tersebut juga menyebutkan bahwa baik Arab Saudi maupun negara-negara Teluk lainnya tidak mengizinkan Amerika Serikat menggunakan wilayah udara atau wilayah teritorial mereka untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Namun, sumber yang sama mengatakan bahwa Faisal bin Farhan juga menyampaikan bahwa jika Iran terus menyerang wilayah atau infrastruktur energi Arab Saudi, maka kerajaan tersebut mungkin terpaksa mengizinkan pasukan AS menggunakan pangkalan militer mereka untuk operasi militer.
Riyadh menegaskan bahwa mereka akan mengambil langkah balasan jika fasilitas energi penting kerajaan terus menjadi sasaran serangan.
Sementara itu, sumber diplomatik menyebutkan bahwa Arab Saudi tetap menjaga komunikasi dengan Teheran melalui jalur diplomatik, termasuk melalui duta besar masing-masing.
Kontak tersebut terus dilakukan sejak dimulainya kampanye militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, setelah perundingan mengenai program nuklir Iran mengalami kebuntuan.
=======================
Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.
Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News

