Artikel Opini Yang Banyak Beredar di Media

Illustrasi pembentukan opini (pixabay)

NyaringIndonesia.com – Opini yang beredar di media banyak digunakan sebagai salah satu penyalur gagasan baik kepada masyarakat, pemerintah, atau sebuah perusahaan bahkan untuk mengkritisi.

Namun ada beberapa hal yang wajib diperhatikan penulis. Pertama, harus sesuai fakta. Artinya jika anda sedang memaparkan sebuah ide, harus sesuai kejadiannya minimal Anda sendiri pernah mengalaminya.

Contoh dalam membuat artikel opini kesehatan. Misalnya, mengangkat sub tema penyakit jantung. Pasti ada berbagai cara untuk mengantisipasi biasanya referensi dari dokter.

Karena, para pakar tersebut yang tahu bagaimana kondisi pasien. Tetapi, anda membuat sebuah pernyataan lain tentang pengobatan secara herbal dan tanpa bantuan dokter. Ingat, poin pentingnya harus fakta dan nyata.

Jadi, lakukan dulu semua ilmu tersebut kemudian, rasakan bagaimana hasilnya. Jika sudah baik silahkan tulis setiap langkahnya. Jangan pernah membuatnya kalau anda sendiri belum pernah mencoba akan berbahaya.

Perlu diingat, kondisi satu orang dengan lainnya berbeda. Tetapi, jangan pernah menekankan bahwa, tulisan tersebut terbaik atau memang terpercayanya. Hindari kalimat seperti ini, “ Dijamin dapat sembuh,”

Contoh artikel opini seperti ini salah besar. Walaupun, setelah membaca tulisan tersebut beberapa merasakan dampaknya. Namun, bukan sebuah jaminan sembuh atau berhasil bisa saja kondisi sebenarnya tidak seperti itu.

BACA JUGA:  Syaiful Ardi hadiri pelepasan murid TK Harapan

Dengan begini, pembaca akan menilai sendiri apakah yang disampaikan itu benar dan bisa dipercaya atau hanya sekedar teori. Menulis, naskah seperti ini sebenarnya cukup membawa risiko bila belum teruji.

Beberapa Contoh Artikel Opini di Media

Ciri-Ciri dari naskah ini adalah mempunyai sebuah masalah kemudian, pola yang digunakan adalah dedukatif-induktif. Lebih mudah memahaminya adalah letak kalimat utamanya ada di awal atau akhir paragraf.

Selebihnya merupakan penjelasan yang disertai dengan beberapa pandangan. Baik secara subyektif atau berdasarkan pemikiran diri sendiri. Bisa juga secara objektif atau semua masalah dilihat dari permasalahannya.

Pada intinya, subjektif biasanya memihak salah satu dan objektif lebih netral serta memandangnya dari kelebihan atau kekurangan. Struktur artikel opini pada dasarnya tidak jauh beda dengan lainnya.

Di mana, dalam pembuatannya anda harus menentukan temanya apa. Apa yang ingin dikritisi atau menyampaikan pendapat. Semua tema dapat dibuat dengan mudah. Asalkan Anda menguasai materi secara keseluruhan.

BACA JUGA:  Kearifan Lokal Warisan Intelektual

Jadi, saat memberikan ide dan gagasan itu sesuai dengan kondisi sekarang. Misalnya jasa opini media tentang politik di mana, konsentrasinya ada pada bantuan pemerintah ke rakyat kurang mampu.

Di mana, pada kondisi yang terjadi adalah bantuan tersebut ternyata tidak tepat sasaran. Miskin tidak dapat, orang kaya menerimanya. Pemaparan yang benar adalah anda harus menemui dulu mereka cari tahu yang sebenarnya.

Ada apa dan mengapa semua bisa terjadi. Bila ditemukan kesalahan dicatat sebagai bagian referensi. Setelah mendapatkan semua yang dibutuhkan baru ditulis jadi, semacam jurnalistik. Tetapi, gaya bahasanya santai saja.

Jangan terlalu kaku, kemudian ditutup dengan sebuah pendapat. Perlu diingat penyampaiannya harus sopan sehingga, enak untuk dibaca. Agar lebih mengerti, mari kita bahasa langsung melalui contoh berikut.

  1. Contoh Artikel Opini Tentang Pendidikan

Pendidikan menjadi tema yang menarik untuk dibahas. Beberapa orang sering sekali menuliskan beberapa ide dan pendapat mengenai sistem belajar mengajar di Indonesia. Ada satu hal menarik dari naskah pada gambar.

Di mana, penulis tersebut mengkritisi sistem yang dijalankan selama ini. Pemilihan judul cukup menarik, tidak terkesan mengadu domba satu sama lain. Cenderung berbicara sesuai kenyataan. Inilah penulisan yang tepat.

BACA JUGA:  Bupati Meranti Minta Kepsek Fokus Meningkatkan Mutu

Lanjut di paragraf pertama, langsung menyajikan pokok permasalahan. Jika, diulas lebih dalam kasus KKN dan tindakan kriminal begitu disorot. Kondisi ini memang terjadi di Indonesia bahkan, sulit untuk diberantas.

Seperti pembahasan diatas di mana, untuk menulis naskah jenis seperti ini harus berdasarkan fakta dan kenyataan di lapangan. Penulis tersebut melakukannya harus diakui saat ini kedua masalah tersebut memang terjadi.

Lanjut, setelah heading akan disajikan dengan pandangan mengapa semua itu bisa terjadi. Apakah semua itu berdasarkan fakta di lapangan? Jawabannya adalah iya, coba dibedah mana saja artikel opini pendidikan tersebut,

  • Banyak penjahat bergelar sarjana dan doctor
  • Pendidikan Indonesia hanya mengajarkan keilmuan dan teknologi saja.
  • Narapidana masih dijadikan pemimpin

Jika, dibahas lebih lanjut 3 poin tersebut disampaikan sesuai kenyataannya. Hal tersebut dapat dibuktikan sendiri karena, berbagai media masa menyampaikannya. Selanjutnya, lihat bagian terakhir di mana solusi disampaikan.

Sesuai dengan pendapat dari penulisan itu sendiri untuk mengubah sistem pendidikannya. Bisa dipahami bukan, pembuatan naskah seperti ini tidak boleh sembarangan asal menulis. Poin pentingnya adalah sampaikan fakta.

BERITA TERBARU