ASN Cimahi Dapat Double Protection Deteksi Dini TB dan Cek Kesehatan Lengkap

Cek kesehatan lengkap

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kesehatan menghadirkan program kesehatan unik untuk pegawai: skrining Tuberkulosis (TB) sekaligus cek risiko penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kegiatan ini digelar di Aula Gedung B Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi, Senin (16/03/26) sebagai bentuk kolaborasi antara dua program kesehatan untuk perlindungan maksimal bagi pegawai.

Kadinkes Kota Cimahi Mulyati menyebutkan , sebanyak 100 pegawai dari Dinas Kesehatan dan BPKAD mengikuti pemeriksaan.

“Pemeriksaan ini tak hanya mencari gejala TB melalui pemeriksaan klinis dan X-ray portabel, peserta juga mendapatkan layanan pengukuran berat badan, lingkar perut, kadar gula darah, kolesterol, dan konsultasi kesehatan.” sebut Muyati.

Dari jumlah peserta, 50 pegawai tercatat pernah kontak erat dengan pasien TB dan sudah menerima Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) untuk menekan risiko infeksi aktif.

Mulyati juga menekankan pentingnya pendekatan terpadu ini. Menurutnya, dengan menggabungkan pencegahan penyakit menular dan tidak menular, pihaknya tak hanya mendeteksi TB lebih cepat, tetapi juga memberi pegawai pemahaman dan perlindungan terhadap penyakit kronis.

” Ini win-win bagi kesehatan mereka.” ujarnya.

Lebih jauh ia mengatakan, strategi ini sejalan dengan Active Case Finding (ACF) untuk TB, sekaligus memperkuat edukasi kesehatan terkait gaya hidup dan risiko penyakit tidak menular.

“Pegawai yang terindikasi gejala TB diarahkan ke pemeriksaan lanjutan, sementara bagi seluruh peserta mendapat informasi penting tentang pencegahan, pengobatan tuntas, dan gaya hidup sehat.” lanjutnya.

Dinas Kesehatan Kota Cimahi juga merencanakan skrining lanjutan pada 30–31 Maret 2026, menyasar pegawai perangkat daerah lainnya.

” Melalui program rutin ini, kami berharap pegawai lebih sadar kesehatan, kasus TB terdeteksi lebih cepat, dan risiko penyakit kronis dapat dikurangi, mendorong terciptanya aparatur yang sehat, produktif, dan siap mendukung pembangunan Kota Cimahi.” pungkasnya. (Bzo)