Ayena Studio Asal Cimahi Fokus Bangun Masa Depan Animasi Indonesia 

IMG 20260605 204222
Ayena Studio saat menerima kunjungan kerja Kerja Panja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional Komisi VII DPR RI, di BITC Cimahi

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Industri animasi Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pemain penting di pasar global melalui pengembangan karakter dan kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) lokal.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Komitmen tersebut terus didorong oleh PT Ayena Mandiri Sinema (Ayena Studio), studio animasi asal Cimahi yang fokus mengembangkan dan menghidupkan kembali berbagai IP karya anak bangsa.

CEO PT Ayena Mandiri Sinema, Robby UL Pratama, mengatakan penguatan IP lokal menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai negara penghasil konten kreatif berbasis karakter dan animasi. Menurutnya, Indonesia memiliki banyak talenta kreatif yang mampu menciptakan karya berkualitas dan berdaya saing internasional.

“Kami ingin IP-IP lokal Indonesia tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di pasar global. Ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen konten kreatif berbasis karakter dan animasi,” ujar Robby pada media di Gedung BITC Cimahi, Jumat (05/06/26).

Robby menjelaskan, Ayena Studio yang bergerak di bidang produksi animasi 2D dan 3D telah terlibat dalam berbagai proyek film nasional. Saat ini, pihaknya terus berupaya mengembangkan karakter dan cerita lokal yang memiliki nilai komersial sekaligus mampu merepresentasikan identitas Indonesia di kancah internasional.

Menurutnya, industri animasi tidak hanya menghasilkan karya hiburan, tetapi juga dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui pemanfaatan IP yang berkelanjutan. Karena itu, dukungan terhadap ekosistem industri kreatif menjadi faktor penting untuk mendorong lahirnya lebih banyak karya asli Indonesia.

Meski begitu, ia mengakui masih ada tantangan yang harus dihadapi, terutama terkait akses pembiayaan. Banyak IP lokal yang belum sepenuhnya dipandang sebagai aset ekonomi yang dapat dijadikan dasar untuk memperoleh pendanaan usaha.

“Kami berharap pemahaman mengenai nilai ekonomi IP terus berkembang sehingga pelaku industri kreatif memiliki akses yang lebih luas terhadap pembiayaan dan peluang pengembangan usaha,” katanya.

Kunjungan Panja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional Komisi VII DPR RI ke Ayena Studio menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap perkembangan industri animasi nasional. Robby berharap momentum tersebut dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara pelaku industri, pemerintah, dan investor dalam memperkuat ekosistem animasi Indonesia.

Sementara itu, Ketua Tim Kunjungan Kerja Panja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, mengapresiasi perkembangan Ayena Studio yang dinilai berhasil menunjukkan potensi besar industri kreatif berbasis IP di Indonesia.

Ia menilai keberhasilan studio animasi lokal berkembang dari skala kecil hingga mampu terlibat dalam industri nasional menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki modal kuat untuk membangun industri kreatif yang kompetitif di tingkat global.

“Perkembangan Ayena Studio menunjukkan bahwa Indonesia memiliki talenta dan potensi besar dalam industri kreatif berbasis IP. Potensi ini perlu terus didukung agar bisa memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional,” ucapnya.

Ia juga berharap industri animasi Indonesia tak hanya menjadi pasar bagi produk luar negeri, namun juga mampu tampil sebagai penghasil karakter dan konten kreatif yang dikenal di tingkat dunia.

” Jika melihat dimana semakin banyak IP lokal yang berkembang dan banhaknya dukungan dari berbagai pihak, kami yakin industri animasi Indonesia mampu menjadi pasar bagi produk luar negeri. Tak hanya itu, tetapi juga mampu tampil sebagai penghasil karakter dan konten kreatif yang dikenal di tingkat dunia.” tutupnya. (Bzo)