Bakar Sampah Berujung Kebakaran, Hebohkan Warga Cimahi Utara

1784984308210

Petugas Damkar saat melakukan pemadaman di lokasi kebakaran

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Kebakaran yang menghanguskan rumpun bambu dan tumpukan sampah terjadi di Jalan Martasik RT 002 RW 010, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Sabtu (25/07/26) sekitar pukul 17.00 WIB.

Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah yang kemudian menjalar ke rumpun bambu. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Cimahi menerima laporan pada pukul 17.27 WIB. Dua unit mobil pancar dari Pos Citeureup dengan enam personel langsung diberangkatkan dan tiba di lokasi pada pukul 17.33 WIB dengan waktu respons enam menit. Petugas segera melakukan pemadaman agar api tidak meluas ke permukiman warga.

Berdasarkan hasil pendataan, area tempat kejadian memiliki luas sekitar 480.000 meter persegi, dengan luas objek yang terbakar diperkirakan mencapai 250.000 meter persegi. Kebakaran bermula saat pemilik lahan melakukan pembakaran sampah. Dalam waktu singkat, api membesar dan menjalar ke rumpun bambu hingga memicu kebakaran yang lebih luas.

Meski tidak ada bangunan yang terbakar, sebanyak 10 rumah terdampak kepulan asap. Berkat upaya cepat petugas, tiga rumah yang berada di sekitar lokasi berhasil diselamatkan dari ancaman api dengan nilai aset yang diperkirakan mencapai Rp500.000.000.

Kabid Penanggulangan Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran Kota Cimahi, Ahmad Suparlan, mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran adalah kelalaian saat melakukan pembakaran sampah di lahan terbuka.

“Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merambat ke rumpun bambu. Berkat respons cepat petugas, api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke rumah-rumah warga. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama pada musim kemarau, karena api dapat dengan mudah menyebar dan membahayakan lingkungan sekitar,” ujar Ahmad Suparlan.

Proses pemadaman sempat terkendala akses menuju lokasi yang sempit serta banyaknya kendaraan yang terparkir di pinggir jalan. Meski demikian, petugas berhasil menuntaskan penanganan pada pukul 18.12 WIB dan kembali ke markas pada pukul 18.15 WIB.

Pemilik lahan diketahui bernama Suarman Gulo dan Achmad Gunawan. Saat ini, petugas masih melakukan pendataan lanjutan guna melengkapi administrasi penanganan kejadian.