Bali United Terancam Denda Ratusan Juta Usai Insiden Flare Lawan Persija

1771309336139

Denpasar, NyaringIndonesia.com – Bali United menanggung kerugian berlipat usai pekan ke-21 Super League 2025–2026 kontra Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (15/2). Selain kalah 0–1 di kandang, klub berjuluk Serdadu Tridatu itu terancam sanksi dari Komisi Disiplin PSSI (Komdis).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Ancaman sanksi muncul menyusul insiden penyalaan flare dan pelemparan kursi ke area lapangan oleh suporter. Mengacu Lampiran I Kode Disiplin PSSI 2023, penggunaan suar atau flare dapat berujung denda progresif.

Untuk satu hingga lima kali penyalaan, klub terancam denda Rp50 juta. Jika terjadi enam hingga 10 kali, denda meningkat menjadi Rp100 juta. Sementara penyalaan lebih dari 10 kali berpotensi diganjar denda Rp200 juta.

Ini bukan kali pertama Bali United berhadapan dengan Komdis akibat ulah suporter. Pada November 2025, saat menghadapi Persib Bandung di stadion yang sama, Bali United juga dijatuhi sanksi. Dalam laga tersebut, flare dinyalakan di tribune selatan, bahkan satu di antaranya masuk ke area lapangan.

Dalam putusannya kala itu, Komdis menjatuhkan denda Rp60 juta kepada Persib atas penyalaan flare oleh suporternya. Persib juga dikenai tambahan Rp30 juta akibat pelemparan botol air minum kemasan, serta Rp25 juta karena kehadiran suporter tamu di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Di sisi lain, Bali United turut didenda Rp30 juta akibat pelemparan botol oleh suporternya pada pertandingan yang sama.

Dengan rekam jejak tersebut, potensi hukuman untuk Bali United kali ini diperkirakan tidak ringan, terlebih insiden melibatkan flare dan pelemparan benda ke lapangan. Publik kini menanti keputusan resmi Komdis PSSI terkait sanksi yang akan dijatuhkan atas peristiwa dalam laga kontra Persija.

 

=======================

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News