Krisis TPPAS Sarimukti dinilai bukan lagi sekadar persoalan teknis, tetapi telah berubah menjadi ketidakadilan ekologis yang memicu kemarahan warga
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!BANDUNG BARAT, NYARINGINDONESIA.COM – Gunungan sampah yang terus membesar di TPPAS Sarimukti kini tak hanya memunculkan persoalan lingkungan, tetapi juga memantik kemarahan sosial dan tekanan politik terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Masyarakat Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai mempertanyakan keberpihakan pemerintah setelah bertahun-tahun wilayah mereka dijadikan pusat pembuangan sampah Bandung Raya tanpa solusi jangka panjang yang dianggap adil bagi warga terdampak.
Sorotan keras itu disampaikan Presedium Kaukus Muda 1207 sekaligus Penanggung Jawab Kelompok Swadaya Masyarakat AMANAH (Aksi MAsyarakat mereNAH), Asra. Menurutnya, krisis di Sarimukti sudah tidak bisa lagi dipandang sebagai persoalan teknis pengelolaan sampah semata.
“Ini sudah masuk pada ketidakadilan ekologis. Bandung Barat jangan terus dijadikan tempat membuang masalah sampah kota-kota besar. Ada masyarakat yang setiap hari menanggung dampaknya,” kata Asra dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2026).
Ia menilai warga sekitar Sarimukti selama ini dipaksa hidup berdampingan dengan pencemaran lingkungan, ancaman gangguan kesehatan, hingga menurunnya kualitas hidup akibat membludaknya sampah kiriman dari kawasan perkotaan Bandung Raya.
Karena itu, Asra mendesak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk mengambil langkah serius melalui kebijakan anggaran yang berpihak pada penyelamatan lingkungan.
Menurutnya, Pemprov Jawa Barat perlu mengalokasikan minimal 30 persen APBD Jawa Barat untuk sektor lingkungan hidup melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat.
“Kalau pemerintah benar-benar serius, keberpihakan anggarannya harus jelas. Jangan hanya ramai bicara soal lingkungan, tapi anggaran DLH justru tidak menjadi prioritas,” tegasnya.
Asra menilai selama ini pemerintah terlalu fokus pada pola lama buang-angkut sampah tanpa menyentuh akar persoalan pengelolaan dari hulu. Akibatnya, daerah seperti Bandung Barat hanya menjadi wilayah penanggung dampak.
“Yang terjadi selama ini hanya memindahkan sampah, bukan menyelesaikan persoalan sampah,” ujarnya.
Sebagai solusi, Kaukus Muda 1207 mengusulkan agar Pemprov Jawa Barat segera menerbitkan Peraturan Gubernur tentang pembentukan Satuan Tugas Pengelolaan Sampah berbasis masyarakat hingga tingkat RT, khususnya di wilayah Bandung Barat.
Dalam skema tersebut, setiap RT diusulkan memiliki satu petugas pengelolaan sampah yang direkrut dan dibiayai pemerintah.
Menurut Asra, pola tersebut bukan hanya memperkuat pengelolaan sampah dari lingkungan terkecil, tetapi juga dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
“Libatkan masyarakat secara langsung. Selain lingkungan lebih bersih, pengangguran juga bisa berkurang. Negara harus hadir sampai ke level kampung,” katanya.
Namun di balik usulan tersebut, tersimpan nada ancaman yang cukup serius. Asra menegaskan kesabaran masyarakat sekitar Sarimukti mulai menipis apabila pemerintah terus dianggap lamban dan mengabaikan aspirasi warga.
Ia bahkan menyebut aksi pemblokadean truk-truk sampah Bandung Raya menuju Sarimukti bisa saja dilakukan masyarakat apabila tidak ada langkah konkret dari pemerintah provinsi.
“Kalau usulan masyarakat terus diabaikan, kami siap menutup atau memblokade sendiri truk sampah Bandung Raya yang masuk ke Bandung Barat,” terangnya.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa krisis Sarimukti kini telah berkembang menjadi persoalan sosial-politik yang berpotensi memicu konflik terbuka antara masyarakat terdampak dan pemerintah.
Asra menegaskan, pemerintah provinsi tidak boleh terus membiarkan Bandung Barat memikul beban ekologis kawasan perkotaan tanpa solusi yang jelas dan berkeadilan.
“Jangan jadikan Bandung Barat sebagai kabupaten buang bencana,” tandasnya.
======================
Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.
Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News

