Secara rata-rata, pengolahan harian berada di kisaran 45 hingga 62 ton, yang dinilai sebagai tanda bahwa sistem pengolahan sampah organik mulai berjalan efektif dalam mengurangi beban sampah kota.
BANDUNG, NYARINGINDONESIA.COM – Pemerintah Kota Bandung terus mempercepat berbagai langkah penanganan sampah seiring meningkatnya keluhan dari masyarakat. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sejumlah inisiatif dijalankan, mulai dari pengolahan sampah organik hingga mendorong kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Pendekatan yang dilakukan mencakup seluruh rantai, dari sumber hingga pembuangan akhir.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kepala DLH Kota Bandung, Darto menyebut program Gaslah (Gerakan Sampah Kelar di Wilayah) sebagai salah satu strategi utama. Sejak diperkenalkan pada akhir Januari, program ini menunjukkan perkembangan positif dengan volume pengolahan yang melampaui target harian.
Menurut Darto, target awal sebesar 40 ton per hari kini berhasil terlampaui, dengan capaian terbaru mencapai 62 ton. Secara rata-rata, pengolahan harian berada di kisaran 45 hingga 62 ton, yang dinilai sebagai tanda bahwa sistem pengolahan sampah organik mulai berjalan efektif dalam mengurangi beban sampah kota.
Selain Gaslah, Pemkot Bandung juga menginisiasi program Sasapu yang dilaksanakan setiap Minggu dini hari. Kegiatan ini difokuskan pada area-area strategis sebagai langkah pencegahan agar lingkungan tetap bersih.
Di sisi lain, pembangunan kompos pit atau lubang kompos terus diperluas. Hingga kini, tercatat 1.473 unit telah tersedia dengan kemampuan menyerap sekitar 60 ton sampah organik per hari.
Meski demikian, persoalan sampah di Bandung belum sepenuhnya terselesaikan. Tantangan baru muncul dengan rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir TPA Sarimukti yang dijadwalkan pada 1 Agustus mendatang.
Saat ini, volume sampah yang dikirim ke TPA Sarimukti masih berada di angka sekitar 1.100 ton per hari, meskipun pengiriman tidak dilakukan setiap hari.
Darto menegaskan bahwa kondisi ini perlu diantisipasi dengan serius agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas. Ke depan, pemerintah akan terus berupaya menekan jumlah sampah yang dibuang ke TPA melalui penguatan pengolahan di tingkat awal serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam memilah sampah.
Ia menambahkan, penanganan sampah tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, termasuk partisipasi warga dalam mengelola sampah dari rumah tangga.
======================
Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.
Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News

