Jajanan Legendaris, Permainan Rakyat hingga Seni Sunda Dipadukan dengan Transaksi Cashless untuk Menguatkan Ekosistem UMKM Kuliner
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!BANDUNG, NYARINGINDONESIA.COM — Aroma kuliner tempo dulu kembali menyeruak di Kota Bandung. Beragam makanan legendaris, jajanan jadul, hingga pertunjukan budaya Sunda dikemas dalam Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 yang berlangsung di Parkir Barat Summarecon Mall Bandung.
Memasuki penyelenggaraan tahun ketiga, FKB 2026 digelar selama lebih dari satu bulan, mulai 25 Agustus hingga 27 September 2026. Mengusung tema “Bandung Tempo Doeloe” dengan tagline “Ngariung Makin Seru”, festival ini tidak hanya menawarkan pengalaman berburu kuliner, tetapi juga mengajak masyarakat bernostalgia sekaligus mengenal kembali kekayaan budaya lokal.
Perhelatan tersebut turut mendapat dukungan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) Regional Office 9 Bandung melalui kolaborasi dengan PT Summarecon Agung Tbk. Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat geliat ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku usaha kuliner dan UMKM.

Menariknya, pengalaman kuliner bernuansa masa lalu tersebut dipadukan dengan kemudahan transaksi masa kini. BRI menghadirkan ekosistem pembayaran digital di seluruh tenant kuliner FKB 2026 melalui perangkat EDC BRI.
Pengunjung dapat melakukan transaksi secara cashless menggunakan BRImo, Kartu Debit BRI, maupun Kartu Kredit BRI. Kehadiran sistem pembayaran digital ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas penggunaan transaksi non-tunai di tengah pertumbuhan UMKM dan industri kuliner di Bandung.
Regional Funding & Retail Transaction Banking Head BRI Region 9 Bandung, M. Fendi Maulana, mengatakan keikutsertaan BRI dalam FKB 2026 merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk ikut menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui penguatan ekosistem transaksi digital.
“Kehadiran BRI di Festival Kuliner Bandung 2026 bukan sekadar bentuk dukungan sponsor, melainkan komitmen kami untuk menghadirkan solusi transaksi finansial yang modern, aman dan efisien bagi para pelaku UMKM kuliner maupun masyarakat luas,” ujar Fendi.
Menurutnya, integrasi pembayaran menggunakan QRIS, kartu debit, kartu kredit melalui EDC BRI di tenant-tenant festival diharapkan dapat memberikan pengalaman transaksi yang lebih praktis bagi pengunjung sekaligus membantu mendorong digitalisasi bisnis pelaku usaha lokal.
“Dengan sistem pembayaran berbasis digital, kami berharap dapat memberikan pengalaman bertransaksi yang serba praktis sekaligus mendukung digitalisasi ekosistem bisnis lokal di Bandung,” katanya.
Tak hanya soal makanan, FKB 2026 juga menghadirkan atmosfer Bandung tempo dulu melalui berbagai permainan rakyat tradisional dan pertunjukan seni budaya Sunda.
Pengunjung pun dapat menikmati sajian kuliner khas Kota Kembang sembari bernostalgia dengan suasana masa lalu, sekaligus mendapatkan berbagai promo menarik yang disiapkan BRI bagi nasabah yang menggunakan BRImo maupun produk-produk BRI lainnya di booth BRI.
Perpaduan antara kuliner legendaris, budaya lokal, UMKM, dan teknologi pembayaran digital membuat FKB 2026 menjadi ruang temu yang tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga mempertemukan warisan masa lalu dengan gaya transaksi masa kini.
Melalui kolaborasi tersebut, BRI dan Summarecon Mall Bandung turut mendorong agar geliat kuliner lokal tidak sekadar menjadi bagian dari nostalgia, tetapi mampu terus berkembang mengikuti kebutuhan ekonomi digital.

