Bangun Karakter Pelajar Cimahi Lewat Penegakan Disiplin Sejak Dini

IMG 20260506 040929 scaled
Kejaksaan Negeri Cimahi menggelar penyuluhan hukum dalam program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) yang digelar di SMP Negeri 9 Cimahi

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Kedisiplinan menjadi aspek mendasar dalam membentuk karakter pelajar yang bertanggung jawab dan berintegritas. Hal ini ditekankan Kejaksaan Negeri Cimahi melalui kegiatan penyuluhan hukum dalam program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) yang digelar di SMP Negeri 9 Cimahi dengan melibatkan sekitar 1.400 siswa.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Melalui kegiatan tersebut, pelajar diajak memahami bahwa sikap disiplin bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan sekolah, tetapi juga merupakan kunci utama dalam membangun kepribadian yang kuat serta kesadaran hukum sejak dini.

Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Cimahi, Fajrian Yustiardi, menjelaskan bahwa penanaman nilai disiplin sejak usia sekolah menjadi langkah penting dalam mencegah berbagai bentuk kenakalan remaja. Menurutnya, pelajar yang memiliki kedisiplinan cenderung lebih mampu mengendalikan diri serta menjauhi perilaku menyimpang.

Dalam pemaparannya, ia juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari perundungan (bullying), penyalahgunaan teknologi, hingga maraknya judi online yang menyasar kalangan pelajar. Kondisi tersebut, kata dia, semakin menegaskan pentingnya pembentukan karakter yang kuat melalui kedisiplinan.

“Kemudahan akses terhadap internet dan media sosial membuka peluang terjadinya kejahatan digital. Tanpa kedisiplinan dan kontrol diri, pelajar akan rentan terjerumus pada aktivitas yang merugikan,” ujarn Fajrian pada Selasa (05/05/26)

Senada dengan itu, Jaksa Fungsional Seksi Intelijen, Chinta Marlina, menambahkan bahwa kedisiplinan juga berperan penting dalam membangun kewaspadaan terhadap ancaman di era digital, termasuk praktik child grooming yang menyasar anak-anak melalui media daring.

” Para pelajar perlu memiliki batasan dalam berinteraksi di ruang digital serta mampu mengambil keputusan yang tepat dalam setiap situasi.” katanya.

Selain itu, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk kenakalan remaja lainnya, seperti tawuran, geng motor, hingga penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan.

” Program Jaksa Masuk Sekolah menjadi salah satu upaya konkret kami dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan sekaligus meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pelajar. Program ini juga merupakan inisiatif Kejaksaan Agung Republik Indonesia yang dilaksanakan secara nasional.” tambahnya.

Melalui kegiatan ini Chinta berharap pelajar tidak hanya memahami aturan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud kedisiplinan.

” Dan kami berharap akan lahir generasi muda yang memiliki karakter kuat, berintegritas, serta bertanggung jawab.” pungkasnya. (Bzo)