Tiga kecamatan terparah di Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang, ratusan warga mengungsi
Kabupaten Bandung, NyaringIndonesia.com – Banjir kembali melanda wilayah Bandung Selatan dan berdampak luas terhadap permukiman warga serta akses transportasi. Sejumlah titik di Kabupaten Bandung terendam air, terutama di Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Di Dayeuhkolot, ketinggian air dilaporkan mencapai 30 hingga 50 sentimeter. Kondisi tersebut memaksa sebagian warga meninggalkan rumah dan mencari tempat yang lebih aman.
Petugas di lapangan menyebutkan upaya yang dilakukan saat ini difokuskan pada pengaturan lalu lintas untuk mencegah kemacetan, mengingat beberapa ruas jalan utama tidak dapat dilalui kendaraan.
Salah satu titik terdampak adalah Jalan Raya Dayeuhkolot yang terendam hingga sekitar 40 sentimeter. Akibatnya, arus kendaraan terpaksa dialihkan ke jalur alternatif melalui Bojongsoang.
Meski demikian, jalur Bojongsoang juga tidak sepenuhnya bebas dari genangan, khususnya di kawasan Cikarees yang menjadi penghubung Kabupaten Bandung dan Kota Bandung. Namun, kendaraan masih dapat melintas dengan hati-hati.
Banjir ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari berturut-turut sejak akhir pekan lalu. Kondisi ini menyebabkan debit air meningkat dan meluap ke permukiman warga.
Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat dan Kabupaten Bandung terus melakukan koordinasi dalam penanganan bencana serta evakuasi warga terdampak.
Camat Dayeuhkolot, Asep Suryadi, menyatakan ratusan warga saat ini telah mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pihak kecamatan juga terus berkoordinasi dengan BPBD untuk memastikan kebutuhan para pengungsi terpenuhi.
Sementara itu, data yang dihimpun BPBD Kabupaten Bandung menunjukkan bahwa dampak banjir tahun ini tidak hanya terjadi di tiga kecamatan, tetapi meluas hingga tujuh wilayah. Selain Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang, wilayah lain yang terdampak meliputi Arjasari, Cangkuang, Banjaran, Pameungpeuk, dan Pacet.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Wahyudin, menyebutkan jumlah pengungsi bersifat dinamis, namun telah mencapai ratusan jiwa. Sebagian besar warga mengungsi di fasilitas umum seperti GOR desa maupun kecamatan terdekat.
Secara keseluruhan, jumlah warga terdampak di tiga kecamatan utama diperkirakan mencapai lebih dari 34 ribu jiwa. Kondisi ini menunjukkan skala bencana yang cukup besar dan membutuhkan penanganan intensif dari berbagai pihak.
======================
Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.
Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News

