BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Ini Penjelasan Bahlil Lahadalia

1764466892397
Kenaikan Pertamax Turbo hingga Dexlite disebut sebagai dampak langsung dinamika pasar global, bukan kebijakan subsidi.

MAGELANG, NYARINGINDONESIA.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang terjadi saat ini merupakan konsekuensi dari mekanisme pasar, sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Dalam keterangannya usai menjadi pembicara pada kegiatan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Sabtu (18 April 2026), ia menegaskan bahwa pemerintah hanya mengatur harga BBM bersubsidi. Sementara itu, harga BBM untuk sektor industri dan masyarakat dengan kemampuan ekonomi lebih tinggi ditentukan oleh dinamika pasar.

Beberapa penyesuaian harga yang terjadi antara lain:

  • Pertamax Turbo naik dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter
  • Dexlite naik dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter
  • Pertamina Dex naik dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter

Bahlil juga menegaskan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri ESDM tahun 2022, BBM dengan oktan tinggi seperti RON 98 atau Pertamax Turbo tidak termasuk dalam kategori BBM bersubsidi. Jenis BBM ini umumnya digunakan oleh kelompok masyarakat mampu, sehingga harganya mengikuti kondisi pasar internasional.

Selain itu, bahan bakar diesel dengan cetane number (CN) 51 juga tergolong sebagai BBM nonsubsidi yang diperuntukkan bagi kebutuhan industri serta pengguna dengan tingkat ekonomi menengah ke atas.

Terkait kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi (migas), Bahlil menjelaskan bahwa seluruh proses dilakukan sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Tahapannya dimulai dari lelang wilayah kerja atau blok migas. Perusahaan yang memenangkan lelang kemudian melanjutkan ke tahap eksplorasi untuk mengidentifikasi potensi sumber daya energi yang tersedia.

Pemerintah memastikan bahwa seluruh proses tersebut dilaksanakan secara transparan dan sesuai regulasi, guna menjaga keberlanjutan sektor energi nasional.

 

======================

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News