BMKG Warning! Puncak Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering dan Lebih Panjang

1779496165352

Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026. BMKG mengingatkan potensi kekeringan lebih ekstrem dibanding tahun normal.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

JAKARTA, NYARINGINDONESIA.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mengeluarkan peringatan terbaru terkait kondisi musim kemarau 2026 yang diprediksi akan berlangsung lebih panjang dan lebih kering di sebagian besar wilayah Indonesia.

Berdasarkan analisis terbaru BMKG, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dan akan melanda sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia atau sebanyak 429 Zona Musim (ZOM). Sejumlah daerah padat penduduk seperti Jakarta dipastikan ikut merasakan periode kering tersebut.

Namun, beberapa wilayah diprediksi mengalami puncak kemarau lebih awal sejak Juli 2026. Kondisi itu meliputi sebagian wilayah Sumatra, Kalimantan bagian tengah dan utara, hingga sejumlah kawasan di Jawa, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua.

Memasuki Agustus, dampak kemarau diperkirakan semakin meluas dan mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Daerah yang diprediksi mengalami kondisi paling kering mencakup Sumatra bagian tengah dan selatan, Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, serta Bali dan Nusa Tenggara.

BMKG juga memperingatkan bahwa musim kemarau tahun ini cenderung lebih ekstrem dibanding kondisi normal. Sebanyak 64,5 persen wilayah Indonesia diproyeksikan mengalami sifat musim kemarau “Bawah Normal” atau lebih kering dari biasanya.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan durasi musim kemarau di lebih dari separuh wilayah Indonesia diprediksi berlangsung lebih lama dibanding rata-rata tahunan.

“Dengan kondisi ini, durasi musim kemarau di 57,2 persen wilayah Indonesia diprediksi lebih panjang dari normalnya,” ujar Teuku Faisal Fathani.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko kekeringan, krisis air bersih, hingga ancaman kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah rawan saat memasuki pertengahan hingga akhir 2026.

 

======================

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News