BPBD Cimahi imbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan serta menggunakan air secara hemat selama musim kemarau
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Masyarakat Kota Cimahi diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan serta menggunakan air secara hemat selama musim kemarau.
Imbauan tersebut disampaikan seiring penetapan status Siaga Kekeringan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi yang berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan meminta warga mulai mengantisipasi kemungkinan berkurangnya ketersediaan air bersih dengan memanfaatkan air secara bijaksana.
” Kami juga berharap, masyarakat segera melaporkan apabila mengalami kesulitan memperoleh pasokan air agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.” pinta Fithriandy. Jum’at (10/07/26).
Fithriandy Kurniawan, mengatakan pihaknya telah mengaktifkan Posko Siaga Kekeringan sebagai pusat koordinasi penanganan dampak musim kemarau. Seluruh personel beserta sumber daya juga telah disiapkan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya kekeringan di sejumlah wilayah.
” Status siaga kekeringan kami tetapkan mulai 01 Juli hingga 30 September dan menyiapkan seluruh sumber daya serta posko agar siap menghadapi potensi dampak musim kemarau.” katanya.
Menurutnya, BPBD telah menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan laporan kekurangan air bersih dari masyarakat. Penyaluran bantuan akan dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kami bersama DPKP siap menyalurkan bantuan air sesuai kebutuhan warga, jika laporan mengenai kekurangan air bersih terus meningkat.” tuturnya.
Meski demikian, Fithriandy juga berharap musim kemarau tahun ini tidak menimbulkan dampak yang lebih berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
” Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan diperkirakan masih turun secara berkala sehingga risiko kekeringan ekstrem dapat ditekan.” sebutnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Cimahi akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan.
” Karenanya, partisipasi masyarakat dalam menghemat penggunaan air menjadi salah satu upaya penting untuk mengurangi dampak kekeringan selama musim kemarau berlangsung.” pungkasnya. (Bzo)

