Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi meningkatkan pemantauan di seluruh wilayah guna mengantisipasi potensi kerawanan air bersih apabila musim kering berlangsung lebih lama
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Memasuki musim kemarau 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi meningkatkan pemantauan di seluruh wilayah guna mengantisipasi potensi kerawanan air bersih apabila musim kering berlangsung lebih lama.
Hingga saat ini, laporan resmi mengenai berkurangnya pasokan air bersih baru diterima dari RW 8 Kelurahan Cibeber pada pertengahan Juni lalu.
Kepala BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, mengatakan pemantauan dilakukan secara berkala melalui koordinasi dengan pemerintah kelurahan, kecamatan, dan perangkat wilayah.
” Langkah ini bertujuan agar setiap indikasi kerawanan air bersih dapat segera terdeteksi dan ditangani sebelum berdampak lebih luas kepada masyarakat.” kata Fithriandy pada Jim’at (10/07/26).
Menurut Fithriandy, kondisi yang terjadi saat ini bukan merupakan kekeringan total, melainkan menurunnya ketersediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, seperti mandi, memasak, dan keperluan rumah tangga lainnya.
” Saat ini kami, tengah memprioritaskan air bersih untuk kebutuhan dasar seperti mandi dan memasak, kalau kebutuhan air untuk mencuci, kami rasa masih ada meskipun pemanfaatnya juga harus hemat.’ ujarnya.
Ia menambahkan, penanganan awal di wilayah terdampak telah dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) sebelum status siaga kekeringan diberlakukan.
“Upaya tersebut dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mengurangi dampak musim kemarau sejak dini.” tambahnya.
Fithriandy menyebutkan, dibandingkan musim kemarau pada 2024, kondisi tahun ini masih relatif lebih terkendali. Pada periode yang sama dua tahun lalu, hampir seluruh kelurahan di Kota Cimahi telah melaporkan kerawanan air bersih sehingga membutuhkan penanganan yang lebih luas.
” Kami pastikan pemantauan akan terus dilakukan selama musim kemarau berlangsung. Apabila terdapat wilayah lain yang mulai mengalami penurunan ketersediaan air bersih, langkah penanganan akan segera dikoordinasikan bersama instansi terkait agar kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat terpenuhi.” tutupnya. (Bzo)

