BRI Ingatkan Nasabah Waspadai Penipuan File APK Jelang Libur Lebaran

IMG 20260316 WA0013

Jakarta, NyaringIndonesia.com– Menjelang periode libur Lebaran, aktivitas komunikasi dan transaksi digital masyarakat biasanya meningkat. Dalam kondisi tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengingatkan para nasabah agar lebih waspada terhadap potensi penipuan digital, khususnya yang memanfaatkan file aplikasi berformat .APK dari sumber tidak dikenal.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Modus ini umumnya dimulai dari pesan WhatsApp yang dikirim oleh pihak tidak bertanggung jawab. Pelaku sering kali mengaku berasal dari lembaga resmi atau instansi tertentu, kemudian mengirimkan lampiran berupa file .APK yang dikemas seperti undangan digital, dokumen perpajakan, resi pengiriman paket, atau informasi penting lainnya.

Apabila korban mengunduh dan memasang file tersebut di perangkatnya, aplikasi itu dapat membawa program berbahaya atau malware. Program ini berpotensi mencuri data pribadi, merusak sistem perangkat, hingga mengambil kendali ponsel tanpa disadari oleh pengguna.

Selain itu, aplikasi yang diunduh dari sumber tidak resmi biasanya meminta berbagai izin akses pada perangkat. Akses tersebut dapat dimanfaatkan oleh pelaku untuk memantau aktivitas pengguna, termasuk aktivitas yang berkaitan dengan layanan keuangan yang tersimpan di ponsel.

Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, menjelaskan bahwa kejahatan digital terus berkembang sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.

Ia menyampaikan bahwa BRI secara konsisten memperkuat sistem keamanan layanan digitalnya agar mampu menghadapi berbagai ancaman siber. Langkah ini dilakukan untuk memastikan perlindungan data serta keamanan transaksi nasabah.

BRI juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka, mengunduh, ataupun memasang aplikasi dari sumber yang tidak jelas. Nasabah juga diimbau tidak meneruskan pesan, tautan, maupun file mencurigakan kepada orang lain.

Jika menerima pesan dengan nada mendesak, menawarkan hadiah, meminta pembaruan data, atau meminta verifikasi informasi pribadi—terlebih dari nomor yang tidak dikenal—nasabah sebaiknya melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap kebenaran informasi tersebut sebelum mengambil tindakan.

Sebagai langkah perlindungan tambahan, BRI menyarankan pengguna untuk mengaktifkan fitur keamanan seperti Two-Factor Authentication (2FA) pada layanan digital.

Apabila seseorang terlanjur mengunduh file .APK yang mencurigakan, langkah pertama yang disarankan adalah segera mematikan koneksi internet pada perangkat. Setelah itu, aplikasi yang baru terpasang harus segera dihapus.

Pengguna juga disarankan mengganti username, PIN, serta password pada akun BRImo dan email yang terhubung. Untuk memastikan perangkat benar-benar aman, pengguna dapat melakukan reset pabrik melalui pengaturan ponsel.

Selain itu, nomor pengirim pesan yang diduga melakukan penipuan sebaiknya langsung diblokir. Jika terdapat aktivitas transaksi yang mencurigakan, nasabah dapat segera menghubungi layanan Contact BRI di nomor 1500017.

BRI menegaskan bahwa kewaspadaan dalam menyaring informasi menjadi kunci penting untuk mencegah kejahatan digital. Kerja sama antara pihak bank dan nasabah dinilai menjadi faktor utama dalam menciptakan ekosistem layanan digital yang aman dan terpercaya.