Warganet ramai mengecam pernyataan Bupati Bogor soal pembukaan kembali tambang di Parung Panjang, Rumpin, dan Cigudeg yang dinilai bertentangan dengan aspirasi masyarakat.
BOGOR, NYARINGINDONESIA.COM – Pernyataan Rudy Susmanto yang meminta aktivitas tambang di kawasan Parung Panjang, Rumpin, dan Cigudeg kembali dibuka menuai reaksi keras dari masyarakat. Kolom komentar media sosial pribadinya dipenuhi kritik tajam dari warganet yang menolak wacana tersebut.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Unggahan terbaru di akun Instagram Rudy mendadak ramai diserbu komentar bernada protes. Banyak warga menilai sikap Bupati Bogor itu bertolak belakang dengan harapan masyarakat yang selama ini menginginkan aktivitas tambang dihentikan karena dianggap menimbulkan kerusakan lingkungan serta memperparah kondisi jalan.
Gelombang kritik muncul setelah Rudy meminta Dedi Mulyadi membuka kembali tambang di wilayah Bogor Barat tersebut. Padahal, sebagian warga mengaku kondisi lalu lintas dan kualitas lingkungan mulai membaik sejak aktivitas tambang ditertibkan beberapa waktu lalu.
“Lucu, Bupati malah orasi bukan memediasi,” tulis salah satu netizen dalam kolom komentar. Banyak warganet menilai kepala daerah seharusnya berperan sebagai penengah, bukan justru dianggap berpihak pada kepentingan tertentu.
Komentar lain juga menyoroti kerusakan jalan yang selama bertahun-tahun dikaitkan dengan aktivitas truk tambang. Sejumlah warga mengaku kini mulai merasakan jalan yang lebih lengang dan berkurangnya kemacetan setelah operasional tambang dihentikan.
“Sudah bagus tambang ditutup malah mau dibuka lagi. Sekarang jalan lebih nyaman, jangan kembali macet,” tulis netizen lainnya.
Tak sedikit pula komentar yang mempertanyakan keberpihakan Rudy Susmanto dalam polemik tersebut. Beberapa warga bahkan menduga ada kepentingan tertentu di balik dorongan pembukaan tambang dan meminta aparat penegak hukum ikut mengawasi persoalan tersebut.
Di sisi lain, warga Bogor Barat ramai-ramai meminta KDM tetap mempertahankan kebijakan penutupan tambang. Mereka khawatir kerusakan lingkungan, polusi, hingga persoalan infrastruktur akan kembali memburuk apabila aktivitas tambang kembali berjalan tanpa pengawasan ketat.
======================
Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.
Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News

