Fokus pada penguatan ekonomi, percepatan infrastruktur, dan penurunan kemiskinan serta stunting di Kabupaten Bandung Barat
Bandung Barat, NyaringIndonesia.com – Bupati Jeje Ritchie Ismail menegaskan bahwa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 merupakan tahapan strategis dalam menentukan arah kebijakan dan program prioritas pembangunan daerah di Kabupaten Bandung Barat.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Ia menjelaskan, tahun 2027 merupakan tahun ketiga dari periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 yang mengusung visi “AMANAH”.
Oleh karena itu, perencanaan pembangunan harus mampu mengakselerasi pencapaian visi dan misi tersebut secara terarah, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Sesuai dengan arah dan tahapan pembangunan yang telah ditetapkan, tema pembangunan tahun 2027 adalah penguatan ekonomi dan daya saing daerah dalam rangka pemerataan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain berfokus pada penguatan ekonomi dan daya saing daerah, program prioritas pembangunan juga diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur.
“Peningkatan pelayanan dasar dan pelayanan publik menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar,” tambahnya.
Jeje menegaskan, penguatan ekonomi dan daya saing daerah diharapkan mampu menjawab berbagai permasalahan pembangunan, khususnya dalam menurunkan angka kemiskinan dan prevalensi stunting secara bertahap.
“Berbagai upaya telah disiapkan melalui program pengurangan beban pengeluaran masyarakat, penanganan kantong-kantong kemiskinan, peningkatan pendapatan, serta penguatan perlindungan sosial yang inklusif,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan sejumlah capaian pembangunan pada tahun 2025 menjadi gambaran keberlanjutan pembangunan daerah menuju tahun 2027.
Keberhasilan pembangunan manusia tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 71,65 poin, yang didukung oleh peningkatan sektor kesehatan, di mana angka harapan hidup saat lahir telah mencapai 75,44 tahun.
Sementara itu, pada sektor pendidikan, rata-rata lama sekolah di Kabupaten Bandung Barat mencapai 8,34 tahun, dengan harapan lama sekolah sebesar 12,26 tahun, atau setara dengan tingkat pendidikan hingga kelas XII (SMA).
Selain itu, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,28 persen, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 10,49 persen menjadi 9,98 persen, serta tingkat pengangguran mampu diturunkan hingga 6,60 persen.
“Capaian tersebut menjadi dasar optimisme untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang,” tandasnya. (Diskominfotik KBB)

