Perusahaan akui adanya komplain dan tengah menelusuri masalah layanan purnajual
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Jakarta, NyaringIndonesia.com – Terkait keluhan terhadap mobil listrik BYD Seal Premium yang disampaikan mantan anggota DPR RI, Akbar Faizal, melalui media sosial, pihak BYD akhirnya memberikan respons.
Head of Marketing PR & Government Relation BYD Indonesia, Luther T. Panjaitan, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait keluhan tersebut, yang sebelumnya dilaporkan melalui jaringan dealer.
Ia menjelaskan bahwa saat ini BYD tengah meminta pihak dealer untuk segera menjalin komunikasi dengan konsumen serta pihak terkait lainnya.
“Kami berharap dealer segera mengumpulkan informasi yang lengkap dan akurat, guna memastikan tidak terjadi miskomunikasi,” bilangnya.
Menurut Luther, hingga kini proses klarifikasi masih berlangsung karena data yang diterima belum sepenuhnya komprehensif.
“Dealer harus kedepankan respon yang cepat dalam menangani setiap keluhan pelanggan lebih dulu,” sebut Luther.
Sebelumnya, Akbar Faizal mengungkapkan kekecewaannya melalui akun Instagram pribadinya. Ia menyoroti buruknya layanan purna jual meski penjualan dinilai berjalan baik.
“Hebat dalam penjualan tapi parah abis dalam pelayanan pasca penjualan,” katanya.
Dalam unggahannya, ia juga menyebut beberapa pihak, termasuk dealer BYD di kawasan Sudirman, perusahaan pembiayaan Clipan Finance, serta Asuransi MAG. Ketiganya dinilai tidak menunjukkan koordinasi yang baik karena saling melempar tanggung jawab saat terjadi masalah pada kendaraan.
Mobil yang dibeli pada Desember 2025 tersebut dilaporkan mengalami getaran atau kondisi tidak stabil saat digunakan. Bahkan setelah ditangani oleh bengkel resmi, masalah justru disebut semakin memburuk akibat kesalahan analisis.
“Ternyata mereka salah analisa dan jogetnya makin parah. Dua bulan lebih mobil saya tak jelas nasibnya,” bilang Akbar.
Akbar mengaku kendaraan tersebut telah lebih dari dua bulan berada dalam kondisi tidak jelas penyelesaiannya. Memasuki bulan keempat pada Maret, ia sempat menunda pembayaran cicilan meski akhirnya tetap dilunasi.
“Masuk April ini saya tak mau bayar. Pihak leasing seperti orang gila menelepon menagih menggunakan puluhan nomor,” bilangnya.
Per 10 April, Akbar menerima surat peringatan pertama. Ia pun menyampaikan kekecewaannya secara terbuka dan mempersilakan pihak terkait untuk menarik kendaraan tersebut, yang menurutnya berada di lokasi mereka atau di bengkel yang ditunjuk.
“Jika kalian mau tarik mobil itu, sekarang mobil itu ada di kantor kalian atau di bengkel payah yang kalian pilih,” kesal Akbar.
======================
Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.
Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News

