BANDUNG, NyaringIndonesia.com – Indonesia tengah berupaya menuju tahun 2045 bersih dari korupsi. Bahaya korupsi tidak hanya soal ngentit-mengentit uang, tetapi juga kepada sikap dan mental. Korupsi jelas perilaku yang buruk dan bisa merusak bangsa.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Untuk itu gairah memerangi korupsi tidak boleh padam. Jika dibiarkan, ia akan tumbuh menjadi kebiasaan yang sistemik dan menjadi budaya.Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk menyampaikan pesan-pesan antikorupsi yang dikemas menarik melalu media kreatif, semisal festival pemutaran film.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI) kembali menyelenggarakan Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) Movie Day 2026. Tahun ini ACFFEST memasuki tahun ke-12 dan konsisten menggunakan film sebagai medium kampanye. Bukan sekadar program tahunan KPK, lebih dari itu, ACFFEST Movie Day 2026 adalah cara lain bagi KPK menyuarakan pesan antikorupsi.
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Amir Arief menyampaikan, ACFFEST Movie Day 2026 bertujuan agar generasi muda terutama pelajar, mahasiswa, komunitas kreatif, hingga masyarakat umum yang tertarik di industri film, terinspirasi dan perhatian terhadap isu korupsi.
“Film dapat menjadi media yang menarik dan efektif untuk menyebarkan semangat antikorupsi karena jauh lebih mudah diterima oleh masyarakat, sehingga pesan yang ingin disampaikan KPK dapat tersampaikan dan terserap,” ujar Amir Arief yang juga Festival Director ACFFEST 2026, dalam keterangan tertulis di Kota Bandung, Selasa (21/4/2026).
Rangkaian kegiatan akan dilaksanakan di 12 provinsi mencakup 40 Kota/Kabupaten di wilayah Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Riau, Maluku Utara, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, dan DKI Jakarta.
Jawa Barat menjadi provinsi kelima setelah sebelumnya acara digelar di Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Maluku Utara, dan Riau. Di Jawa Barat, kegiatan digelar di tiga tempat antara lain Alun-Alun Wanayasa, Purwakarta (21 April), Bandung Creative Hub, Kota Bandung (24 April) dan Bale Sawala Yudistira, Purwakarta (26 April).
Selama tiga hari, seluruh warga ‘Tatar Sunda’ akan disuguhkan festival edukatif nan atraktif, mulai dari pemutaran film pendek dilanjut diskusi bersama narasumber kompeten dari komunitas film, akademisi, dan penyuluh antikorupsi, lalu ada pertunjukan seni lokal sebagai bentuk pendekatan kultural, produksi konten, pentas teater, hingga dialog publik melalui media.
Apresiasi tinggi diberikan Sutradara dan Sineas Film Hendrian Permana. Ia menilai, selain sebagai wadah dan perspektif baru dalam bercerita perihal nilai kejujuran, transprasi dan tanggung jawab sosial, ACFFEST juga menjadi ruang temu antar sineas, komunitas, dan publik untuk memperkuat ekosistem perfilman dan katalisator yang tidak hanya menghibur tetapi juga berdampak.
“Harapan saya festival ini mampu mendorong sineas muda untuk berani menyuarakan siu-isu sosial melalui pendekatan yang relevan, sekaligus memperluas distribusi film-film bertema integritas agar bisa menjangkau audiens-audiens lebih luas dalam jangka panjang,” ujar Hendrian di Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (21/4).
Sayembara Film, Terbuka untuk Sineas Jawa Barat Sebagai upaya KPK untuk menanamkan arti penting partisipasi masyarakat dalam melawan segala bentuk tindak korupsi, pada ACFFEST 2026 juga digelar kompetisi film pendek yang dihelat rutin sejak 2013 lalu. Kali ini tajuknya, ‘Dari Lensa, Integritas Terjaga’.
Kasatgas 1 Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Adhi Setyo Tamtomo sekaligus Program Director ACFFEST 2026 menyebut, ACFFEST tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang belajar, produksi, dan distribusi karya yang mendorong lahirnya sineas muda dengan perspektif-perspektif baru dalam memaknai isu antikorupsi, sekaligus memperluas jangkauan kampanye melalui karya-karya audiovisual yang relevan dengan konteks sosial masyarakat.
“Selama ini publik sering memaknai film antikorupsi sebagai cerita tentang tindakan korupsi secara langsung. Sebabnya, sayembara film ACFFEST menjadi ajang tepat untuk menularkan nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, tanggungjawab, kerja keras, kesederhanaan, kemandirian, keberanian, dan keadilan bagi masyarakat luas, terutama anak muda sebagai the agent of change,” tutur Adhi.
Menurut Hendrian film bisa menghadirkan konflik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Contohnya dilema moral atau simbol metafora visual yang menyampaikan makna genre ringan sebagai drama komedi. “Karakter pun bisa dipahami dengan mudah karena yang diceritakan itu yang sering penonton lihat,” tukasnya.
Kompetisi film pendek ACFFEST 2026 memiliki kekuatan yang sangat otentik karena dekat dengan realitas masyarakat setempat. “Cerita-cerita lokal lebih mudah diterima karena menggunakan bahasa budaya, dan konteks familiar. Inilah yang membuat film daerah menjadi medium efektif untuk menyampaikan pesan edukasi, sosial, termasuk nilai-nilai antikorupsi,” imbuh Hendrian.
Terkait komperisi, para sineas diberikan kesempatan untuk mengirimkan karya mereka berupa film pendek dan ide cerita film pendek fiksi berdurasi maksimal 15 menit. Kompetisi ini terbuka untuk umum dan pendaftarannya sendiri dibuka mulai 1 April hingga 8 Mei 2026 untuk kategori Kompetisi Ide Cerita Film Pendek dan Kompetisi ACFFEST. Sedangkan kategori Kompetisi Film Pendek Fiksi dan Kompetisi Film Pendek Pelajar, serta Kompetisi Film Pendek Vertikal Kementerian/Lembaga pendaftarannya dibuka 1 April hingga 29 Mei 2026.
Khusus wilayah Malut, proposal dengan ide cerita terbaik akan mendapat bantuan dana produksi sebesar Rp60 juta, dan sejumlah proposal ide cerita terpilih berhak mengikuti Movie Camp serta mendapat pendampingan teknis dari mentor profesional di kelas workshop.
Pembuat film dengan ide cerita terbaik juga akan diberikan waktu untuk produksi film selama 2 bulan pada Juli-September 2026.Film-film yang telah selesai diproduksi dan diberikan penilaian, kemudian akan diputar pada Malam Penganugerahan ACFFEST 2026 di Jakarta pada 25 November mendatang, jelang Hari Antikorupsi Sedunia (Harkodia).
Baik kategori film pendek fiksi maupun proposal ide film pendek, keduanya harus mengangkat tema antikorupsi dengan memuat nilai-nilai integritas, seperti kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, kemandirian, keberanian dan keadilan.
Informasi lengkap pendaftaran dapat diakses melalui situs atau media sosial KPK dan ACFFEST.

