Cimahi Kejar “Zero Sampah”, Ngatiyana Siapkan Mesin Baru hingga TPST Mini di Permukiman

1779098501105

Pemkot Cimahi percepat pengolahan sampah lewat optimalisasi TPST Sentiong dan Lebak Saat demi mengurangi ketergantungan ke TPA

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

CIMAHI, NYARINGINDONESIA.COM – Pemerintah Kota Cimahi mulai mempercepat langkah menuju target “zero to TPA” atau nol pembuangan sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan memaksimalkan operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di sejumlah titik.

Upaya tersebut dilakukan melalui evaluasi sekaligus penguatan kapasitas TPST Sentiong dan TPST Lebak Saat yang selama ini masih berada dalam tahap uji coba dan belum berjalan optimal.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengatakan, mulai Juli 2026 Pemerintah Kota Cimahi akan mendatangkan mesin pengolah sampah baru untuk TPST Sentiong.

Pernyataan itu disampaikan Ngatiyana usai menghadiri kegiatan Implementation Support Mission World Bank dalam pelaksanaan Proyek Integrated Solid Waste Management Project (ISWMP) di Mal Pelayanan Publik Cimahi, Senin (18/5/2026).

“Mesin baru ini masih dalam proses lelang. Mudah-mudahan setelah terpasang kapasitas pengolahan di TPST Sentiong bisa meningkat signifikan,” kata Ngatiyana.

Menurutnya, keberadaan mesin baru tersebut ditargetkan mampu meningkatkan kapasitas pengolahan TPST Sentiong hingga mencapai 85 ton sampah per hari.

Sementara itu, TPST Lebak Saat tetap dioperasikan dengan kapasitas sekitar 10 ton per hari untuk membantu pengolahan sampah di wilayah sekitarnya.

Tak hanya mengandalkan dua TPST utama, Pemkot Cimahi juga berencana memasang mesin pengolah sampah berkapasitas 5 ton per hari di sejumlah titik tertentu.

Langkah itu dilakukan untuk memperluas cakupan layanan pengolahan sampah hingga ke kawasan yang selama ini belum terjangkau secara optimal.

“Program ini diarahkan menuju target zero to TPA. Artinya, sampah diupayakan selesai di sumbernya dan tidak lagi langsung dibuang ke TPA,” terang Ngatiyana.

Ia menegaskan, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada teknologi dan fasilitas pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat.

Karena itu, Ngatiyana meminta warga Kota Cimahi mulai membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

“Pemilahan sampah dari rumah menjadi kunci utama keberhasilan sistem pengolahan sampah yang sedang kita bangun,” pesannya.

Selain penguatan fasilitas pengolahan, Pemkot Cimahi juga akan mendapat dukungan sarana operasional dari Kementerian PUPR.

Bantuan tersebut meliputi dump truck, mobil pickup, motor pengangkut sampah, hingga berbagai peralatan operasional lainnya untuk mendukung sistem pengelolaan sampah di Kota Cimahi.

Menurut Ngatiyana, bantuan itu menjadi bagian dari penguatan Cimahi sebagai salah satu daerah percontohan (pilot project) penyelesaian persoalan sampah perkotaan.

Dengan kombinasi penguatan TPST utama dan pembangunan titik-titik pengolahan kecil di lingkungan masyarakat, Pemkot Cimahi optimistis mampu mengurangi lebih dari 50 persen volume sampah yang selama ini dibuang ke TPA.

“Kalau TPST Sentiong sudah berjalan 85 ton per hari ditambah TPST kecil lainnya, kita optimistis pengurangan beban sampah ke TPA bisa tercapai,” tandasnya.

 

======================

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News