Kebakaran lahan terjadi di Jalan Ibu Ganirah RT 04 RW 02, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, mengungkapkan kebakaran lahan yang terjadi di Jalan Ibu Ganirah RT 04 RW 02, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah oleh warga yang tidak terkendali.
Menurut Aep, kebakaran bermula di lahan kosong seluas sekitar 1.500 meter persegi milik Ibu Dewi. Kondisi rumput yang mengering akibat musim kemarau, ditambah embusan angin yang cukup kencang, membuat api dengan cepat menjalar hingga membakar sekitar 450 meter persegi lahan.
“Warga bersama Ketua RT setempat, Bapak Iman Bahtiar, sempat berupaya memadamkan api secara manual. Namun kobaran api terus meluas. Dalam kejadian tersebut, Bapak Iman Bahtiar mengalami luka ringan.” kata Aep saat dikonfirmasi pada Minggu (19/07/26).
Ia menjelaskan, Mako Damkar Kota Cimahi menerima laporan kebakaran pada pukul 16.35 WIB. Tak lama berselang, Regu 1 yang diperkuat delapan personel langsung diberangkatkan menuju lokasi dengan membawa dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit kendaraan rescue.
“Petugas tiba di lokasi pada pukul 16.43 WIB atau delapan menit setelah laporan diterima. Kecepatan respons ini sangat menentukan karena api sudah mendekati kawasan bangunan di sekitar lokasi.” jelasnya.
Setibanya di lokasi, personel Damkar segera melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kobaran api merembet ke permukiman maupun bangunan usaha.
Aep menuturkan, berkat kesigapan petugas, kebakaran berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke sejumlah bangunan komersial. Satu unit rumah kos senilai Rp1 miliar, satu gerai Alfamart senilai Rp500 juta, satu warung kelontong senilai Rp50 juta, sepuluh kios senilai Rp50 juta, serta barang dan isi bangunan senilai Rp500 juta berhasil diselamatkan.
“Total aset yang berhasil diamankan diperkirakan mencapai Rp2,1 miliar. Selain itu, sebanyak 20 warga yang berada di sekitar lokasi berhasil diselamatkan dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.” tuturnya.
Penanganan kebakaran dinyatakan selesai pada pukul 17.38 WIB dan seluruh personel kembali ke Mako Damkar pada pukul 17.50 WIB. Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, penyebab kebakaran diduga berasal dari kelalaian saat membakar sampah.
Aep juga mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat musim kemarau dengan kondisi angin kencang.
“Kami meminta warga segera melaporkan kejadian kebakaran ke layanan darurat agar petugas dapat melakukan penanganan secepat mungkin.” tutupnya. (Bzo)

