Dari Dapur ke Bank Sampah, KKN UNINUS Ajak Warga Rancakalong Ubah Sampah Jadi Berkah

IMG 20260812 WA0006 scaled

KKN UNINUS Kelompok 25 dan 26 Edukasi Warga Rancakalong Kelola Sampah dari Rumah

SUMEDANG, NYARINGINDONESIA.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Kelompok 25 dan 26 Desa Rancakalong menggelar sosialisasi pengelolaan sampah kepada masyarakat RW 08, Desa Rancakalong, Kabupaten Sumedang.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kegiatan tersebut diikuti ibu-ibu masyarakat RW 08 dengan menghadirkan Ibu Desiana Tri Amarawati, aktivis lingkungan dari World Resources Institute, sebagai pemateri.

Kegiatan turut dihadiri perwakilan Pemerintah Desa Rancakalong, Bapak Dede Hidayat selaku Kepala Dusun 3, Bapak Hendra selaku Sekretaris Kecamatan Rancakalong, serta Bapak Nandang selaku Ketua RW 08.

Dalam pemaparannya, Ibu Desiana menjelaskan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Ia menyebut setiap orang menghasilkan sekitar 0,7 kilogram sampah setiap hari.

Ia juga menyoroti kebiasaan membakar sampah yang masih dilakukan masyarakat. Menurutnya, pembakaran sampah dapat mencemari udara dan tanah serta berisiko menimbulkan gangguan kesehatan.

Karena itu, Ibu Desiana menekankan pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik seperti sisa makanan dapat diolah menjadi kompos atau dimanfaatkan untuk biopori.

Sementara sampah anorganik seperti plastik dan kaleng dapat dibersihkan sebelum disetorkan ke bank sampah sehingga memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Masyarakat juga diperkenalkan dengan prinsip 5R, yaitu *Refuse, Reduce, Reuse, Recycle,* dan *Replant*. Penerapannya dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti membawa tas belanja sendiri dan menyediakan tempat sampah terpisah di dapur.

Sekretaris Kecamatan Rancakalong, Bapak Hendra, mengapresiasi kegiatan yang digagas mahasiswa KKN UNINUS tersebut. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapannya, dengan adanya sosialisasi ini masyarakat lebih sadar terhadap penanganan sampah, jangan sampai ini menjadi masalah besar di kemudian hari,” ujar Hendra.

Ia berharap sampah yang selama ini dianggap tidak bermanfaat dapat dikelola dengan baik sehingga memberikan manfaat dan bahkan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN UNINUS, Bapak Wawan Hermawan, mengatakan persoalan sampah merupakan masalah bersama karena berkaitan dengan kesehatan dan lingkungan.

“Kita tahu bersama bahwa sampah itu adalah masalah kita bersama. Tentu harus kita pecahkan, jangan sampai permasalahan sampah ini menimbulkan masalah-masalah lain,” kata Wawan.

Menurutnya, mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator untuk membantu masyarakat menemukan cara pengelolaan sampah yang sesuai dengan kondisi Desa Rancakalong.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan Desa Rancakalong yang lebih bersih dan asri.

Salah seorang warga RW 08 menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi memberikan pengetahuan baru mengenai jenis dan pemanfaatan sampah.

“Yang tadinya tidak tahu tentang sampah organik sama sampah non-organik, sekarang masyarakat insya Allah jadi tahu dan bisa memilah mana yang bisa didaur ulang, mana yang bisa dijual ke pengepul,” ujarnya.

Melalui sosialisasi tersebut, KKN UNINUS Kelompok 25 dan 26 mendorong masyarakat agar menjadikan pemilahan sampah sebagai kebiasaan yang dimulai dari rumah.

Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi persoalan sampah sekaligus menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan Desa Rancakalong.