Lewat Pawon Coffee, Hendi Herdiana berjuang mengembalikan nilai kopi agar petani di Kabupaten Garut tak lagi dirugikan
GARUT, NYARINGINDONESIA.COM – Di sebuah ruangan sederhana berdinding kayu di Desa Pangeureunan, Balubur Limbangan, Kabupaten Garut, suara mesin roasting terdengar berputar pelan, memecah keheningan. Sinar matahari yang masuk dari jendela kecil jatuh miring, menyinari biji kopi yang terus berputar di dalam tabung besi.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Di sudut ruangan itu, seorang pria duduk dengan posisi rendah. Tangannya cekatan mengatur tuas mesin, sementara matanya sesekali mengamati hasil sangraian dengan penuh ketelitian. Tidak ada kesan terburu-buru. Setiap gerakannya tampak tenang, seolah ia telah menyatu dengan ritme pekerjaannya.
Di sampingnya, tampah anyaman bambu telah disiapkan untuk menampung kopi yang baru keluar dari panas mesin. Dari ruang sederhana inilah, perjalanan panjang kopi mulai dari kebun hingga akhirnya tersaji di cangkir ditentukan arah dan kualitasnya.
Pria itu adalah Hendi Herdiana. Apa yang ia lakukan bukan sekadar menyangrai biji kopi, melainkan menjaga nilai yang kerap hilang dalam rantai distribusi panjang. Bagi Hendi, setiap proses bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang memastikan hasil kerja petani tidak berhenti pada harga yang rendah.
Ia bercerita, awal perjalanannya dimulai sebagai pengepul setelah lulus sekolah. Rasa ingin tahunya membawanya melihat lebih jauh perbedaan harga antara tingkat petani dan pasar pusat.
“Awalnya saya hanya pengepul. Tapi setelah melihat selisih harga yang cukup besar, saya mulai berpikir ada sesuatu yang perlu diperbaiki,” ungkap, Hendi Kamis (23/04/2026)
Pengalaman itu mengubah cara pandangnya. Kopi tidak lagi ia lihat sekadar komoditas yang berpindah tangan, tetapi sebagai hasil kerja panjang yang nilainya belum sepenuhnya kembali kepada petani. Dari situlah muncul keinginan untuk mengolah kopi sendiri, agar nilai tambah bisa dinikmati lebih dekat dengan sumbernya.
Sekitar lima hingga enam tahun lalu, langkah tersebut ia wujudkan melalui Pawon Coffee sebuah usaha yang lahir dari kegelisahan sekaligus kepedulian terhadap kondisi petani di sekitarnya. Ia melihat banyak petani hanya mendapatkan keuntungan tipis, bahkan ada yang akhirnya meninggalkan kebunnya.
“Saya melihat sendiri bagaimana petani yang bergantung pada tengkulak seringkali tidak mendapatkan hasil yang layak,” tuturnya.
Bagi Hendi, persoalan ini bukan sekadar soal harga, melainkan tentang keberlanjutan. Ia kemudian memilih belajar secara mandiri, menelusuri setiap tahapan pengolahan kopi untuk memahami di mana nilai bisa ditingkatkan.
Melalui Pawon Coffee, ia mencoba menghadirkan ruang pengolahan sekaligus mengubah cara pandang terhadap kopi. Nama “pawon”, yang berarti dapur, dipilih sebagai simbol bahwa kopi harus diolah terlebih dahulu sebelum memiliki nilai lebih di pasar.
“Harapannya, hasil panen petani tidak lagi dijual mentah, tetapi bisa diolah sehingga nilainya meningkat,” jelasnya.
Dalam praktiknya, ia mulai mendorong perubahan dari hulu. Petani diajak memanen dalam bentuk ceri merah agar kualitas tetap terjaga sejak awal. Proses lanjutan seperti penjemuran dan penyortiran dilakukan dengan teliti, karena kualitas akhir sangat ditentukan sejak tahap awal.
Jenis kopi yang diolah di Pawon Coffee didominasi robusta dan arabika, sementara liberika masih dalam jumlah terbatas. Salah satu yang menjadi unggulan adalah robusta Huni dari Pangeureunan, yang memiliki karakter khas dipengaruhi oleh ketinggian wilayah, kondisi tanah, serta jejak sejarah tanaman kopi peninggalan masa kolonial di Garut Utara.
Di tangan Hendi, kopi bukan sekadar produk, melainkan jembatan antara kerja petani dan nilai yang seharusnya mereka terima. Dari ruang kecil itu, ia perlahan mengubah arah cerita kopi agar tidak lagi berhenti di harga murah, tetapi berlanjut menjadi harapan yang lebih layak.
======================
Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.
Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News

