Penataan kawasan Cicadas dinilai penting demi menjaga wajah Kota Bandung tetap bersih dan tertata, sementara pedagang terdampak disebut mendapat kompensasi sementara.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!BANDUNG, NYARINGINDONESIA.COM – Pembongkaran kios pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Cicadas, Kota Bandung, dipastikan belum berakhir. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta Pemerintah Kota Bandung melanjutkan proses penertiban di kawasan Cicadas Market, Jalan Ahmad Yani.
Menurut Dedi, penataan kawasan perkotaan perlu dilakukan agar Bandung sebagai ibu kota Provinsi Jawa Barat memiliki wajah kota yang lebih bersih, rapi, dan tertata.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini juga tengah melakukan penertiban kios-kios ilegal di sejumlah ruas jalan provinsi. Beberapa kawasan yang menjadi fokus penataan di antaranya wilayah Eyckman-Sukajadi hingga Gasibu-Dipatiukur, Kota Bandung.
“Ada yang menjadi kewenangan pemkot dan ada juga wilayah pemprov. Untuk Cicadas dilanjutkan oleh pemkot,” ujar Dedi, Rabu (13/5/2026).
Meski proses pembongkaran terus berjalan, Dedi memastikan pemerintah tetap memperhatikan kondisi para pedagang yang terdampak penertiban. Sebagai langkah sementara, para pedagang disebut menerima uang kompensasi untuk membantu kebutuhan hidup selama satu bulan.
Menurutnya, pemerintah juga akan menyiapkan solusi agar para pedagang tetap dapat menjalankan usaha tanpa mengganggu penataan dan ketertiban kota.
Di sisi lain, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung mengungkapkan bahwa penertiban kios di kawasan Cicadas telah dilakukan secara bertahap sejak April 2026 dan akan terus berlanjut pada tahap berikutnya.

