Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Jawa Barat yang Putus Sekolah

1781907655944
Pemprov Jawa Barat menyiapkan berbagai langkah, termasuk pendampingan ke sekolah swasta dan bantuan biaya pendidikan, agar seluruh anak tetap mendapatkan akses belajar.

JABAR, NYARINGINDONESIA.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa setiap anak di Jawa Barat harus mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan tanpa terkecuali.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Menurutnya, tugas utama pemerintah daerah adalah memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak untuk bersekolah.

“Sebagai gubernur, tanggung jawab saya adalah memastikan seluruh warga bisa mengakses pendidikan,” ujarnya pada Jumat (19/6/2026).

Dedi menjelaskan bahwa akses pendidikan dapat dilihat dari tiga kelompok. Pertama, anak-anak dari keluarga mampu yang umumnya tidak mengalami kesulitan untuk masuk sekolah negeri maupun swasta.

Kedua, siswa berprestasi yang memiliki peluang besar diterima di sekolah negeri. Ketiga, anak-anak dari keluarga ekonomi menengah ke bawah yang sering menghadapi kendala biaya pendidikan.

Kelompok terakhir ini menjadi fokus perhatian pemerintah. Pasalnya, jika mereka tidak diterima di sekolah negeri dan tidak mampu membayar biaya sekolah swasta, ada kemungkinan mereka tidak melanjutkan pendidikan.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerapkan kebijakan yang lebih fleksibel terkait jumlah siswa dalam satu rombongan belajar, menyesuaikan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program pendampingan bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri agar tetap bisa bersekolah di sekolah swasta. Bantuan biaya pendidikan pada tahun pertama juga telah disiapkan untuk mendukung program tersebut.

Dedi menegaskan bahwa tujuan utama dari seluruh kebijakan ini adalah memastikan tidak ada anak di Jawa Barat yang putus sekolah.

“Jika tidak diterima di sekolah negeri, kami akan membantu mereka mendapatkan akses ke sekolah swasta. Yang terpenting, semua anak tetap bisa melanjutkan pendidikan,” katanya.

Ia pun menekankan bahwa kebijakan pendidikan harus selalu berpihak pada kepentingan dan masa depan anak. Baginya, memastikan seluruh anak tetap bersekolah jauh lebih penting daripada memunculkan polemik di tengah masyarakat.

“Prioritas kami adalah memastikan tidak ada satu pun anak yang kehilangan kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.