Derby Panas, Ancaman Nyata Keluarga Thom Haye

Bandung, NyaringIndonesia.com – Gelandang Persib Bandung, Thom Haye, mengonfirmasi bahwa keluarganya menerima ancaman pembunuhan usai pertandingan panas antara Persib Bandung dan Persija Jakarta. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Haye melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, tak lama setelah laga derby tersebut berakhir.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Dalam pernyataannya, Thom Haye mengawali dengan mengungkapkan rasa bangga atas kemenangan yang diraih Persib Bandung. Ia juga memberikan apresiasi kepada rekan setim dan suporter Persib, Bobotoh, atas dukungan yang diberikan sepanjang pertandingan.

Haye menilai sepak bola Indonesia memiliki potensi besar, terutama dari sisi atmosfer dan antusiasme suporter. Namun, di balik euforia kemenangan, ia mengaku menyimpan rasa sedih karena masih banyak pertandingan yang ternodai oleh perilaku tidak sportif serta tindakan yang tidak mencerminkan rasa saling menghormati.

Ia turut menyoroti keterlibatan sejumlah pihak di lapangan yang dinilai justru memperburuk situasi dan merusak kualitas permainan. Menurutnya, upaya untuk menyuarakan pentingnya sportivitas kerap berujung pada eskalasi konflik yang tidak perlu. Padahal, rasa saling menghormati merupakan fondasi utama bagi perkembangan sepak bola yang sehat dan berkelanjutan.

Puncak pernyataan Thom Haye adalah pengakuannya terkait ancaman serius yang diterima keluarganya. Ia menegaskan bahwa sebagai pemain profesional, dirinya dapat menerima berbagai bentuk tekanan dan kritik. Namun, ancaman kematian dan pesan-pesan bernada kekerasan yang menyasar keluarganya merupakan batas yang tidak dapat ditoleransi.

“Sepak bola seharusnya tidak pernah sampai sejauh itu,” tulis Haye, sembari meminta pihak-pihak yang mengirimkan ancaman tersebut untuk segera menghentikan tindakan mereka.

Menutup pernyataannya, Thom Haye mengajak seluruh elemen sepak bola Indonesia—pemain, suporter, dan pemangku kepentingan—untuk bersama-sama membangun lingkungan sepak bola yang lebih aman, sehat, dan bermartabat demi masa depan olahraga nasional.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa rivalitas di atas lapangan tidak boleh berubah menjadi ancaman di luar sepak bola. Perbedaan dukungan dan persaingan klub harus tetap berada dalam koridor sportivitas dan kemanusiaan.

==================

Disclaimer:

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News

Berita Utama