Desa Pasirlangu Jadi Prioritas Pertama Safari Ramadan Pemda KBB

IMG 20260303 WA0001

Bandung Barat, NyaringIndonesia.com – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berencana menggelar kegiatan Safari Ramadan di lima lokasi berbeda. Kegiatan pertama dilaksanakan di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Rabu (25/2/2026).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Safari Ramadan perdana ini sengaja digelar di lokasi yang sebelumnya terdampak bencana sebagai bentuk empati dan dukungan moral dari pemerintah kepada warga.

Seperti diketahui, Kampung Pasirkuning dan Pasirkuda di Desa Pasirlangu pernah dilanda tanah longsor pada Sabtu (24/1/2026). Dalam peristiwa tersebut, 80 warga meninggal dunia.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengatakan kegiatan Safari Ramadan kali ini diawali dari Pasirlangu sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap para korban dan keluarga yang terdampak bencana.

“Hari ini adalah hari pertama Safari Ramadan. Insyaallah akan dilaksanakan di lima titik, masing-masing per daerah pemilihan,” ujarnya.

Menurut Jeje, dipilihnya Pasirlangu sebagai lokasi pertama juga untuk bersilaturahmi sekaligus memastikan kondisi warga setelah bencana longsor.

“Kita tahu Pasirlangu masih dalam suasana duka pasca longsor. Karena itu saya memilih memulai dari sini untuk kembali bertemu dan menyemangati warga,” katanya.

Setelah bencana terjadi, Pemkab Bandung Barat juga membuka berbagai layanan administrasi dengan sistem jemput bola. Layanan tersebut meliputi pembayaran pajak daerah, pembuatan KTP, serta dokumen kependudukan lain bagi warga yang kehilangan berkas akibat longsor.

“Kami menyediakan layanan administrasi seperti pajak, pembuatan KTP, dan lainnya untuk membantu warga,” jelasnya.

Jeje berharap kehadiran pemerintah dapat memberikan kekuatan dan semangat bagi keluarga korban.

“Semoga keluarga korban diberi ketabahan. Alhamdulillah BPJS sudah memberikan santunan sebesar Rp42 juta per orang. Kami ingin memastikan warga merasa didampingi dan terus mengecek kebutuhan mereka,” tuturnya.

Saat ini, sebagian besar warga sudah pindah ke rumah kontrakan. Namun, masih ada beberapa warga di zona kuning dan zona merah yang belum menerima santunan.

“Sebagian sudah pindah ke kontrakan. Memang masih ada beberapa persoalan di zona kuning dan merah. Data korban terus kami kaji. Yang jelas, kami tidak ingin masyarakat kesulitan. Zona kuning pun akan kami tangani dan diberikan santunan,” pungkasnya.