Desil DTSEN Jadi Sorotan, Ini Cara Mengetahui Posisi Kesejahteraan dan Mengajukan Perubahan Data

1787231447512

JAKARTA, NYARINGINDONESIA.COM – Istilah desil kini semakin sering terdengar di tengah masyarakat. Perbincangan mengenai kelompok kesejahteraan tersebut mengemuka seiring rencana pemerintah melakukan pembatasan pembelian BBM bersubsidi, khususnya Pertalite, yang salah satu kriterianya dikaitkan dengan kelompok desil 9 dan 10.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan desil dan siapa yang menentukan posisi seseorang dalam kelompok tersebut?

Bukan Sekadar Penghasilan

Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi salah satu pihak yang berperan dalam pengelompokan masyarakat berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, desil merupakan pembagian masyarakat ke dalam 10 kelompok yang diurutkan berdasarkan tingkat kesejahteraan.

Penilaiannya tidak semata-mata melihat jumlah pendapatan. Berbagai indikator sosial dan ekonomi turut diperhitungkan dalam menentukan posisi sebuah keluarga.

Data tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari pekerjaan dan pendidikan anggota keluarga, kondisi tempat tinggal, daya listrik, hingga kepemilikan aset.

Dengan demikian, seseorang bisa saja memiliki penghasilan yang terlihat biasa, tetapi berada pada desil tertentu karena penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah variabel secara bersamaan.

Data Berasal dari Survei dan Sensus

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pengelompokan desil dalam DTSEN memiliki basis data yang dihimpun pemerintah melalui mekanisme pendataan.

“Desil itu basisnya sensus ekonomi. Jadi, sudah ada DTSEN,” ujar Airlangga di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Ketika ditanya mengenai indikator yang digunakan, termasuk pengeluaran dan kepemilikan aset, Airlangga menegaskan bahwa berbagai informasi tersebut diperoleh melalui survei.

“Ya itu berdasarkan survei,” katanya.

Bisa Berubah Setiap Tiga Bulan

Masuk ke desil tertentu bukan berarti status seseorang akan berlaku selamanya.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut data desil bersifat dinamis. Pemutakhiran dilakukan secara berkala, bahkan dapat diperbarui setiap tiga bulan.

Karena itu, masyarakat yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan posisi desil dalam DTSEN dapat mengajukan sanggahan atau pemutakhiran data.

Pengajuan dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos maupun melalui pemerintah desa atau kelurahan setempat.

“Setiap tiga bulan sekali ada hasil pemutakhiran. Maka itu kita harapkan memang semuanya bisa ikut berpartisipasi aktif dalam pemutakhiran data ini,” ujar Gus Ipul.

Mengenal Desil 1 hingga 10

Secara sederhana, desil membagi masyarakat ke dalam 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan, mulai dari yang paling rendah hingga paling tinggi.

– Desil 1: 10 persen kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah atau masyarakat miskin ekstrem.
– Desil 2: kelompok masyarakat miskin.
– Desil 3: kelompok masyarakat yang tergolong hampir miskin.
– Desil 4: kelompok masyarakat rentan miskin.
– Desil 5: kelompok ekonomi menengah ke bawah.
– Desil 6: kelompok dengan tingkat kesejahteraan menengah.
– Desil 7: kelompok masyarakat menengah.
– Desil 8: kelompok masyarakat menengah ke atas.
– Desil 9: kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif tinggi.
– Desil 10: kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Dalam skema bantuan sosial, desil 1 hingga 4 menjadi kelompok yang umumnya diprioritaskan. Desil 5 masih dapat menerima program tertentu sesuai persyaratan masing-masing.

Sementara kelompok desil 6 hingga 10 pada umumnya tidak menjadi prioritas utama penerima bantuan sosial karena dinilai memiliki kondisi sosial ekonomi yang relatif lebih baik.

Cara Cek Desil melalui Cek Bansos

Masyarakat yang ingin mengetahui posisi desilnya dapat melakukan pengecekan secara mandiri melalui aplikasi Cek Bansos.

Caranya:

1. Unduh aplikasi Cek Bansos.
2. Masuk menggunakan akun yang telah terdaftar.
3. Pilih menu Cek Bansos.
4. Masukkan NIK sesuai KTP.
5. Klik Cari Data.
6. Sistem akan menampilkan informasi yang tersedia terkait status kesejahteraan dan kepesertaan bansos.

Data Tidak Sesuai? Bisa Diperbarui

Jika hasil pengecekan menunjukkan posisi desil yang dinilai tidak mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya, masyarakat tidak perlu menganggap data tersebut sebagai keputusan permanen.

Data desil bersifat dinamis dan dapat mengalami perubahan setelah dilakukan pemutakhiran. Warga dapat mengajukan perbaikan data melalui mekanisme yang telah disediakan pemerintah, baik secara daring maupun melalui pemerintah desa atau kelurahan.

Artinya, posisi desil bukan sekadar label tetap. Perubahan kondisi sosial ekonomi maupun hasil pemutakhiran data dapat memengaruhi posisi seseorang dalam kelompok desil DTSEN.