Di Usia Perak, Kota Cimahi Masih Berbenah Diri

IMG 20260617 111954 scaled
Ketua KMP-CO H. Dedi Mulyadi saat memberikan sebuah buku pada jajaran Pemkot Cimahi, serta Ketua DPRD Kota Cimahi, terkait perkembangan Kota Cimahi yang bertema “Cimahi Kemarin, Kini, dan Esok” di Hotel Tjimahi

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Kota Cimahi dinilai masih menghadapi berbagai persoalan mendasar di sejumlah sektor strategis, mulai dari ekonomi, kesehatan, ketenagakerjaan, hingga lingkungan hidup.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kondisi tersebut menjadi sorotan Komponen Masyarakat Pendukung Cimahi Otonom (KMP-CO) dalam refleksi 25 tahun perjalanan Kota Cimahi sebagai daerah otonom.

Ketua KMP-CO H. Dedi Mulyadi mengatakan, berbagai indikator pembangunan menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah daerah.

Menurutnya, capaian pembangunan tidak cukup hanya diukur dari keberhasilan administratif, melainkan harus dilihat dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Cimahi masih menghadapi sejumlah persoalan fundamental yang membutuhkan perhatian serius. Pemerintah harus memastikan setiap kebijakan disusun berdasarkan data dan kondisi riil masyarakat,” kata Dedi dalam saresehan bertajuk *Cimahi Kamari, Kiwari, Jeung Rek Kamana Kahareupna* di Hotel Tjimahi, Rabu (17/06/26).

Sebagai salah satu kota dengan luas wilayah terkecil di Jawa Barat, Cimahi menghadapi tantangan besar dalam menjaga keseimbangan pembangunan dan daya dukung lingkungan. Keterbatasan ruang tersebut dinilai memerlukan perencanaan yang lebih matang dan berkelanjutan.

” Di sektor ekonomi, tingginya ketergantungan terhadap industri pengolahan konvensional yang berkontribusi sekitar 45,70 persen terhadap struktur ekonomi daerah. Kami menilai kondisi ini berisiko, mengingat sebagian industri tengah menghadapi tekanan akibat transformasi dan perubahan ekonomi global.” tandasnya.

Selain itu, persoalan kesehatan juga masih menjadi perhatian. Angka stunting balita yang mencapai 21,43 persen menunjukkan upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat masih perlu diperkuat.

” Tingkat juga pengangguran masih mendekati dua digit. konsdisi ini menjadi tantangan tersendiri di sektor ketenagakerjaan.” lanjutnya.

Disisi lain, permasalahan lingkungan dan infrastruktur turut menjadi catatan. Dimana Indeks kualitas lingkungan hidup yang berada pada angka 50,35.

” Persoalan kemacetan lalu lintas serta penataan Pasar Antri juga masih menjadi salah satu indikator berbagai persoalan perkotaan . Karena itu, penanganannya harus lebih optimal.” pungkasnya. (Bzo)

 

======================

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News