CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Puluhan lansia mengikuti kegiatan Sekolah Lansia Budi Luhur dengan wajah penuh semangat. Di usia yang tak lagi muda, mereka tetap hadir untuk belajar, berbagi cerita, dan menjaga makna hidup. Bagi mereka, usia lanjut bukan akhir peran, melainkan fase untuk terus memberi arti.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, yang hadir dalam kegiatan tersebut, memandang para lansia sebagai penjaga nilai dan kebijaksanaan. Ia menilai pengalaman panjang yang dimiliki para lansia adalah harta berharga yang tak tergantikan oleh generasi mana pun.
“Bapak dan ibu adalah sosok luar biasa. Pengalaman hidup bapak dan ibu jauh lebih dahulu daripada kami. Tanpa arahan dan kebijaksanaan bapak dan ibu, kami bukanlah siapa-siapa,” tutur Wahyu di Techno Park, Cimahi Selatan. Rabu (28/01/26).
Menurutnya, Sekolah Lansia Budi Luhur bukan sekadar ruang belajar, melainkan wadah untuk merawat budaya, seni, dan kearifan lokal yang hidup dalam diri para peserta. Kehadiran lansia yang aktif di tengah masyarakat dinilai mampu menjaga keseimbangan sosial dan menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan bagi generasi muda.
Wahyu berharap para peserta Sekolah Lansia senantiasa diberikan kesehatan dan semangat agar tetap berperan aktif, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Ia menegaskan bahwa lansia tidak pantas dipandang sebagai beban, melainkan sebagai kekuatan strategis bagi pembangunan Kota Cimahi.
“Lansia harus diperlakukan sebagai aset penting daerah,” ujarnya.
Di balik jalannya program tersebut, Ketua STIKes Budi Luhur Cimahi, Sri Wahyuni, menyampaikan bahwa Sekolah Lansia lahir dari kepedulian untuk menghadirkan ruang yang aman dan bermakna bagi para lansia. Ia menepis anggapan bahwa usia lanjut identik dengan ketidakberdayaan.
“Lansia perlu ruang untuk tetap sehat, berdaya, mandiri, dan merasa bahagia,” katanya.
Melalui kurikulum nasional yang diterapkan, Sekolah Lansia Budi Luhur terus berkembang. Di Kota Cimahi, program ini telah memasuki angkatan keempat dan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas hidup lansia. Sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan institusi pendidikan pun terus diperluas hingga menjangkau berbagai wilayah dengan ratusan peserta.
“Bagi STIKes Budi Luhur Cimahi, Sekolah Lansia bukan hanya program pendidikan, melainkan wujud pengabdian kepada masyarakat. Para Peserta kami ajak menjaga kesehatan jasmani dan mental, mengisi hari dengan aktivitas yang bermanfaat, serta membangun kebahagiaan bersama.” tambahnya.
Di Sekolah Lansia Budi Luhur, usia bukan penghalang untuk belajar dan berkontribusi. Justru dari pengalaman panjang para lansia, masyarakat belajar tentang keteguhan, kebijaksanaan, dan arti menjalani hidup dengan penuh makna. (Bzo).