Sepanjang tahun ini, BYD menargetkan penjualan 1,3 juta unit kendaraan di luar China, atau meningkat lebih dari seperempat dibandingkan capaian tahun sebelumnya
JAKARTA, NYARINGINDONESIA.COM – Ekspor produsen kendaraan listrik asal China, BYD, mengalami lonjakan signifikan pada April 2026. Peningkatan ini dipicu oleh naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik Iran, yang kembali mendorong minat masyarakat terhadap kendaraan listrik.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Meski kinerja ekspor menguat, total pengiriman BYD justru terus menurun akibat melemahnya permintaan di pasar domestik China. Penurunan ini tercatat berlangsung selama delapan bulan berturut-turut.
Mengutip laporan Business Times, Minggu (3/5/2026), penjualan BYD di pasar internasional melonjak 71% secara tahunan menjadi 134.542 unit pada April. Data tersebut disampaikan perusahaan melalui akun resminya di platform Weibo. Namun, secara keseluruhan, total distribusi kendaraan turun 16% menjadi 321.123 unit.
Lonjakan ekspor ini memperlihatkan semakin krusialnya strategi ekspansi global bagi BYD, terutama di tengah lesunya permintaan dalam negeri setelah berakhirnya subsidi pemerintah serta meningkatnya persaingan dengan produsen lain seperti Geely Automobile dan Xiaomi.
Sepanjang tahun ini, BYD menargetkan penjualan 1,3 juta unit kendaraan di luar China, atau meningkat lebih dari seperempat dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Di sisi lain, tekanan terhadap kinerja perusahaan masih terasa. Penurunan penjualan yang berkepanjangan, ditambah persaingan harga yang ketat di pasar domestik, turut menekan profitabilitas dan meningkatkan utang jangka pendek.
Untuk menjaga momentum penjualan hingga akhir tahun, BYD mengandalkan peluncuran model-model baru serta pengembangan teknologi baterai dengan kemampuan pengisian cepat.
Dalam pameran otomotif Beijing yang digelar pekan lalu, BYD bahkan menggunakan satu aula penuh untuk menampilkan strategi multi-merek sekaligus memperkenalkan kendaraan dengan versi terbaru baterai andalannya, blade battery.
Media lokal melaporkan, perusahaan berhasil mengantongi lebih dari 30.000 pemesanan awal dalam 24 jam pertama untuk SUV flagship terbaru mereka, Great Tang.
Kendaraan tujuh penumpang tersebut diklaim mampu menempuh jarak hampir 1.000 kilometer dalam sekali pengisian daya, dengan estimasi harga mulai dari 250.000 yuan.
Sementara itu, untuk menarik minat konsumen di dalam negeri, produsen mobil di China masih mengandalkan strategi diskon, meskipun pemerintah berupaya menghentikan praktik perang harga yang terus menekan margin industri.
Data dari China Auto Market menunjukkan rata-rata potongan harga mobil BYD meningkat hingga 10% pada Maret 2026, menjadi yang tertinggi dalam dua tahun terakhir.
======================
Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.
Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News

