Disdagkoperin Cimahi Pantau Harga Pangan Jelang Ramadhan

Bahan pangan

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi menegaskan bahwa pasokan pangan menjelang Ramadan tetap aman, meski beberapa komoditas strategis mengalami fluktuasi harga.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kepala Bidang Perdagangan Disdagkoperin Cimahi, Indra Bagjana, mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan ketat untuk menjaga ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.

“Pemantauan pasokan dan harga kami lakukan secara rutin melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Langkah ini memastikan bahwa meski terjadi kenaikan harga, kondisi pasar tetap terkendali dan tidak menimbulkan kelangkaan,” ujar Indra.

Menurut Indra, kenaikan harga terjadi karena mekanisme pasar. Peningkatan permintaan menjelang Ramadan, ditambah kondisi cuaca yang tidak menentu, menjadi faktor pendorong harga naik, terutama pada cabai, bawang, daging ayam, dan daging sapi.

“Cabai rawit merah saat ini berkisar Rp70–80 ribu per kilogram, sedangkan daging sapi lokal mengalami kenaikan sekitar 5–8 persen menjadi Rp140 ribu per kilogram. Kenaikan ini masih dalam batas wajar dan tidak menimbulkan masalah pasokan,” jelasnya.

Disdagkoperin Cimahi juga menekankan pentingnya pengawasan harga minyak goreng. Dengan dukungan suplai dari Bulog, minyak goreng Minyakita tetap dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.

“Kami memastikan Minyakita tidak dijual di atas HET. Hal ini bertujuan melindungi masyarakat agar tetap mendapatkan harga yang wajar,” tambah Indra.

Selain pengawasan harga, Disdagkoperin terus melakukan koordinasi dengan pedagang dan pemasok untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap lancar hingga awal Ramadan. Langkah-langkah ini mencakup monitoring harian, pengecekan stok di pasar tradisional, hingga komunikasi dengan Bulog untuk distribusi minyak goreng dan bahan pokok lainnya.

Indra menegaskan bahwa seluruh upaya ini dilakukan untuk memberikan kepastian bagi masyarakat Cimahi, baik dari sisi ketersediaan pangan maupun harga yang terjangkau, menjelang bulan suci.

“Dengan pengawasan yang ketat, koordinasi dengan pemasok, dan penggunaan SP2KP, kami memastikan pasokan pangan tetap aman dan harga tetap terkendali. Warga bisa berbelanja dengan tenang menjelang Ramadan,” tutup Indra.