Disembur Bisa Kobra Saat Rescue, Mata Heru Gundul Bengkak dan Tak Bisa Melihat 18 Jam

1780099900203

 Presenter petualangan Heru Gundul mengalami insiden saat menyelamatkan ular kobra. Bisa ular mengenai saraf mata hingga membuatnya tak mampu membuka mata selama 18 jam sebelum kondisinya berangsur pulih.

NYARINGINDONESIA.COM – Sosok presenter petualangan Heru Gundul tengah menjadi perhatian publik setelah mengalami insiden saat melakukan penyelamatan ular kobra. Pria yang dikenal luas lewat program Jejak Si Gundul itu terkena semburan bisa ular jenis Naja yang mengakibatkan matanya membengkak dan tidak dapat dibuka selama belasan jam.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Selasa (26/5/2026), Heru memperlihatkan kondisi matanya yang mengalami pembengkakan cukup parah. Dalam keterangannya, ia mengaku mendapat “sapaan” dari ular kobra saat menjalankan proses penyelamatan.

“Hari apes enggak ada di kalender. Dapat sapaan dari Naja. Lebih berhati-hati yo lur di saat rescue,” tulis Heru dalam unggahannya.

Heru menjelaskan bahwa cairan bisa ular memang telah berhasil dibersihkan, namun sebagian zat beracun sempat mengenai jaringan saraf mata. Akibatnya, area mata mengalami iritasi dan pembengkakan yang cukup serius.

Keesokan harinya, Rabu (27/5/2026), Heru kembali memberikan kabar terbaru mengenai kondisinya. Ia mengungkapkan sempat mengalami masa sulit selama sekitar 18 jam karena tidak mampu membuka mata akibat rasa sakit yang luar biasa.

“Kemarin sempat 18 jam enggak bisa melek. Mau melek sakit banget dan matanya lengket, rasanya panas,” ungkapnya.

Beruntung, kondisi kesehatan Heru kini mulai membaik. Ia mengaku sudah dapat membuka mata kembali dan warna merah akibat iritasi perlahan menghilang. Meski demikian, masih ada sedikit rasa mengganjal yang dirasakannya.

“Puji Tuhan sekarang aku bisa melek lagi. Mata merah juga hilang. Terima kasih atas doanya. Semoga semuanya selalu sehat dan tetap mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas,” katanya.

Heru Gundul dikenal sebagai salah satu presenter petualangan paling populer di Indonesia. Selain piawai menjelajahi alam, ia juga memiliki kemampuan menangani berbagai satwa liar, termasuk ular dan buaya. Keahliannya di dunia reptil bahkan membuat dirinya dihormati oleh banyak pawang ular, termasuk Panji Petualang yang menyebut Heru sebagai salah satu mentornya.

Pemilik nama asli Widi Heru Wasana ini lahir di Metro, Lampung, pada 8 Maret 1973. Ia kini menetap di Yogyakarta bersama keluarga. Namanya melejit melalui program Jejak Si Gundul yang tayang di Trans7 sejak 2007 dan masih bertahan hingga sekarang.

Dalam program tersebut, Heru dikenal karena kemampuannya berbaur dengan masyarakat di berbagai daerah, mulai dari bertani, berburu bahan makanan, memasak secara tradisional, hingga menangani hewan-hewan liar yang berpotensi membahayakan warga.

Insiden yang dialaminya kali ini menjadi pengingat bahwa pekerjaan penyelamatan satwa liar tetap memiliki risiko tinggi, bahkan bagi sosok yang sudah sangat berpengalaman sekalipun.

 

======================

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News