DLH Cimahi Cetak Pelopor Lingkungan Melalui MPLS Sekolah

IMG 20260717 100250
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi berharap para peserta didik baru jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mampu menerapkan perilaku peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari setelah mengikuti sosialisasi pengelolaan sampah pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.

 

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi berharap para peserta didik baru jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mampu menerapkan perilaku peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari setelah mengikuti sosialisasi pengelolaan sampah pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, mengatakan bahwa edukasi lingkungan sejak dini merupakan langkah strategis untuk membentuk karakter generasi muda yang memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

Sosialisasi
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Chanifah Listyarini saat membekali siswa SDN Baros Mandiri 4 tentang pilah sampah

 

“Harapan kami, para siswa tidak hanya memahami pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga mampu membiasakan perilaku peduli lingkungan dalam aktivitas sehari-hari, baik di sekolah, di rumah, maupun di tengah masyarakat.” kata Chanifah saat ditemui di SDN Baros Mandiri 4. Jum’at (17/07/26).

Melalui kegiatan yang dilaksanakan pada 13–17 Juli 2026 tersebut, DLH Kota Cimahi memberikan edukasi kepada 119 SD dan 48 SMP se-Kota Cimahi mengenai pengelolaan sampah yang benar, penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), serta pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya.

” Kali ini kami menerjunkan sebanyak 56 personel , termasuk 40 orang yang tergabung dalam Tim Sosialisasi dan Edukasi.” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, para siswa dibekali pemahaman mengenai jenis-jenis sampah, dampak buruk sampah yang tidak dikelola dengan baik terhadap kesehatan dan lingkungan, hingga langkah sederhana yang dapat diterapkan setiap hari, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa wadah makan dan botol minum sendiri, serta membuang sampah sesuai dengan kategorinya.

” Perubahan perilaku masyarakat harus dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Karena itu, sekolah menjadi salah satu sarana yang efektif untuk menanamkan budaya hidup bersih dan ramah lingkungan sejak usia dini.” tukasnya.

Chanifah juga berharap para siswa dapat menjadi pelopor pengurangan sampah sekaligus mengajak keluarga dan lingkungan sekitarnya untuk menerapkan gaya hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan.

” Upaya ini kami harapkan mampu mendukung terwujudnya Kota Cimahi yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.” harapnya.

Diungkapkan Chanifah, jumlah volume sampah di Kota Cimahi Kian meningkat setiap harinya. Namun jumlah ritase untuk mengangkut sampah ke Sarimukti kian dibatasi.

” Karena itu, pendidikan pengelolan sampah sejak dini sangat perlu dilakukan guna menumbuhkan karakter yang baik bagi siswa, sehingga dapat berdampak dimasa mendatang.”

Lebih lanjut, Chanifah menuturkan bahwa mengubah perilaku membuang sampah pada anak membutuhkan waktu, artinya tak bisa mengubah secara instans.

” Untuk itu, kami akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi pengelolaan sampah sejak dini, sehingga tak akan terjadi lagi daruat sampah seperti yang saat ini tengah terjadi.” pungkasnya. (Bzo)