DLH Kota Cimahi Tingkatkan Perawatan Pohon Rawan 

IMG 20260509 135642
DLH Kota Cimahi terus memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi bahaya pohon tumbang dengan melakukan perawatan rutin terhadap pohon-pohon di ruang publik

 

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi terus memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi bahaya pohon tumbang dengan melakukan perawatan rutin terhadap pohon-pohon di ruang publik.

Upaya ini menjadi bagian dari mitigasi risiko untuk menjaga keselamatan masyarakat serta kelancaran aktivitas di jalan umum.

Salah satu bentuk perhatian tersebut terlihat dari respons cepat pemerintah dalam menangani peristiwa pohon tumbang di Jalan Encep Kartawiria, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, yang terjadi pada Senin, 4 Mei 2026.

Selain melakukan evakuasi dan penanganan korban, DLH bersama instansi terkait langsung membersihkan batang pohon yang sempat menutup akses jalan.

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Cimahi, Agus Irwan Kustiawan meneramgkan , insiden yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIB itu melibatkan pohon trembesi setinggi sekitar 15 meter dengan diameter 50 sentimeter yang tumbang di depan SDN Citeureup Mandiri 3.

” Peristiwa tersebut mengakibatkan 11 orang mengalami luka, sebagian besar merupakan siswa sekolah dasar, namun tidak menimbulkan korban jiwa.” terang Agus naru – baru ini.

Agus juga menjelaskan bahwa pihaknya secara rutin melakukan pemantauan dan pemeliharaan pohon di wilayah kota. Pohon yang dinilai berpotensi membahayakan akan segera ditangani melalui pemangkasan maupun penebangan.

“Kalau antisipasi dari kami setiap hari ada pemeliharaan pohon. Kalau ditemukan yang berpotensi membahayakan, segera kita lakukan tindakan.” jelas Agus baru – baru ini.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, bagian tengah pohon diketahui mengalami pembusukan meski akar dan bagian bawah batang masih dalam kondisi kuat.

“Pembusukan itulah yang kami duga menjadi faktor utama yang menyebabkan pohon tumbang. Selain itu, dugaan adanya benturan berulang dari kendaraan berat juga turut memperlemah struktur pohon.” tandasnya.

Secara tegas Agus mengatakan bahwa kegiatan perawatan pohon akan terus ditingkatkan sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Koordinasi dengan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Dinas Perhubungan juga terus dilakukan dalam rangka mempercepat penanganan jika terjadi insiden di lapangan.

” Dengan langkah antisipatif, kami berharap risiko pohon tumbang di wilayah perkotaan dapat diminimalkan, sehingga keselamatan masyarakat tetap terjaga.” pungkasnya. (Bzo)