Dokter PPDS RSUP Dr. Sardjito Dinonaktifkan Usai Cibiran terhadap Pasien BPJS Viral

1786009957123
dr. Elda Putri Rahardini merupakan peserta PPDS dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM).

YOGYAKARTA, NYARINGINDONESIA.COM – RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan sementara seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang menjadi sorotan publik setelah diduga mengunggah komentar bernada mencibir terhadap pasien BPJS di media sosial.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Manajemen rumah sakit membenarkan bahwa dr. Elda Putri Rahardini merupakan peserta PPDS dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Meski yang bersangkutan telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media sosial, rumah sakit tetap menjatuhkan sanksi penonaktifan sebagai bagian dari penegakan nilai pendidikan yang menjunjung profesionalisme dan etika.

Kasus tersebut bermula dari unggahan seorang pasien BPJS bernama Yurizal yang mengaku harus menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan kamar perawatan di rumah sakit.

Curahan hatinya kemudian ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu beragam tanggapan, termasuk komentar dari sejumlah dokter maupun tenaga kesehatan yang dinilai tidak menunjukkan empati.

Tak lama setelah unggahan tersebut viral, Yurizal dikabarkan meninggal dunia. Peristiwa itu memicu gelombang kritik dari masyarakat terhadap sikap sebagian tenaga kesehatan dalam merespons keluhan pasien di ruang digital.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin turut angkat bicara mengenai kasus tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap pasien yang meninggal dunia menjadi evaluasi serius bagi pemerintah, terlebih apabila pasien masih berusia muda.

Menurut Budi, pemerintah akan terus melakukan pembenahan layanan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan fasilitas, penyediaan peralatan medis, hingga penguatan kualitas dan sikap profesional sumber daya manusia di bidang kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan berorientasi pada nilai kemanusiaan.