DPKP Cimahi Siapkan Skema Baru Agar Rutilahu Rampung Lebih Cepat

1779273246022

Program Rutilahu Cimahi Masuk Fase Percepatan, Target 390 Unit Rumah Mendapat Bantuan Perbaikan

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

CIMAHI, NYARINGINDONESIA.COM – Pemerintah Kota Cimahi mulai mempercepat pelaksanaan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) tahun 2026. Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), ratusan rumah warga ditargetkan selesai diperbaiki secara bertahap hingga akhir tahun dengan dukungan anggaran mencapai Rp10,8 miliar.

Program tersebut difokuskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang tinggal di kawasan padat penduduk di berbagai wilayah Kota Cimahi.

Kepala DPKP Kota Cimahi, Amy Pringgo mengatakan, tahap awal perbaikan saat ini sudah berjalan pada Mei 2026 dengan menyasar 63 rumah di sejumlah kelurahan, di antaranya Cibabat, Pasirkaliki, Citeureup, Cipageran, Baros, Cigugur Tengah, Padasuka, Leuwigajah, Cibeureum, Cibeber, Melong, hingga Utama.

Menurut Amy, penentuan penerima bantuan tidak berdasarkan wilayah prioritas tertentu, melainkan hasil survei bertahap di seluruh kelurahan.

“Tidak ada daerah prioritas, karena survei dilakukan bertahap di seluruh kelurahan. Yang menerima bantuan adalah warga yang memenuhi persyaratan,” ujar Amy, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, saat ini proses administrasi untuk tahap kedua juga tengah disiapkan. Sebanyak 132 calon penerima bantuan berikutnya sedang memasuki tahapan penyusunan surat keputusan (SK).

Tak hanya fokus pada perbaikan rumah warga, Pemkot Cimahi juga menyiapkan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung seperti kirmir sungai agar pengerjaan di lapangan bisa berjalan lebih efektif dan selesai lebih cepat.

Skema baru tersebut disiapkan untuk memangkas waktu pelaksanaan sekaligus memastikan manfaat program dapat segera dirasakan masyarakat.

Pada tahun 2026, Pemkot Cimahi menargetkan total 390 unit rumah mendapatkan bantuan perbaikan. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan target sekitar 65 unit rumah per bulan pada triwulan II dan III.

Amy menuturkan, pola bertahap dipilih agar proses penanganan lebih terukur, merata, dan sesuai kebutuhan warga penerima manfaat.

“Triwulan II dimulai 63 unit pada Mei dan meningkat menjadi 132 unit pada Juni. Ini menunjukkan ada percepatan pelaksanaan dibanding sebelumnya,” katanya.

Ia berharap pelaksanaan program hingga triwulan III dapat berjalan tanpa hambatan sehingga target perbaikan 65 rumah per bulan sampai September 2026 dapat tercapai.

“Semoga tidak ada kendala sehingga program perbaikan rutilahu bisa terus berjalan sesuai target,” pungkasnya.

======================

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News