DPN JWI Satukan Barisan, Estafet Kepemimpinan Terus Berjalan

IMG 20260810 133240
Dewan Pimpinan Nasional JWI menggelar pertemuan bersama jajaran pengurus di Mie Aceh Sumadra, Manggarai, Jakarta, 

 

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

JAKARTA, NyaringIndonesia.com – Dinamika internal organisasi tidak menyurutkan langkah Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) untuk terus menjalankan roda kelembagaan. Dewan Pimpinan Nasional JWI menggelar pertemuan bersama jajaran pengurus di Mie Aceh Sumadra, Manggarai, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang bersama bagi para pengurus untuk menyusun langkah organisasi setelah JWI kehilangan sosok Ketua Umum. Selain membahas kondisi terkini, forum itu juga diarahkan untuk memastikan seluruh agenda organisasi tetap berlangsung tanpa terganggu oleh perubahan situasi kepemimpinan.

Sejumlah unsur pimpinan dan pengurus hadir dalam pertemuan tersebut, mulai dari Dewan Pembina, Dewan Penasehat, Ketua Harian, Sekretaris Jenderal, Bendahara, Kepala Sekretariat hingga para pimpinan departemen teknis.

Pembahasan berlangsung dengan fokus pada penataan internal. Para pengurus mengevaluasi sejumlah kebutuhan organisasi, termasuk distribusi tugas, administrasi, program prioritas, pembaruan data kepengurusan serta pola koordinasi antara jajaran pusat dan daerah.

Sekretaris Jenderal DPN-JWI, Lindayani Ritonga, SE., MM, menilai keberlangsungan organisasi harus menjadi perhatian utama seluruh pengurus.

Ia menekankan bahwa perubahan dalam struktur kepemimpinan tidak boleh menghambat pelayanan organisasi maupun pelaksanaan program yang sudah dirancang.

“Setiap unsur organisasi harus tetap menjalankan perannya. Program dan tanggung jawab yang sudah menjadi bagian dari organisasi harus terus berjalan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Harian JWI memaparkan sejumlah agenda yang dinilai perlu segera dituntaskan. Penataan internal dan penguatan koordinasi menjadi bagian penting agar kegiatan organisasi tetap berjalan secara terarah.

Menurutnya, kepastian mengenai kepemimpinan diperlukan untuk menjaga kesinambungan berbagai aktivitas JWI, baik yang berkaitan dengan administrasi, program kerja maupun hubungan kelembagaan.

Dari unsur Dewan Penasehat, Abdurrahman, menyampaikan apresiasi terhadap sikap para pengurus yang tetap menjaga kebersamaan di tengah perubahan yang terjadi.

Ia mengajak seluruh jajaran untuk mempertahankan persatuan serta menjadikan JWI sebagai wadah profesi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

Abdurrahman juga mengingatkan bahwa proses penataan kepemimpinan perlu tetap mengacu pada ketentuan organisasi, termasuk dokumen legalitas dan aturan yang menjadi dasar berdirinya JWI.

Setelah melalui pembahasan bersama, forum pengurus kemudian menyepakati keberlanjutan kepemimpinan JWI dengan memberikan kepercayaan kepada Ir. Maxmillian Apituley, MT, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Harian DPN-JWI, untuk menjalankan tugas sebagai Ketua Umum JWI.

Kepercayaan tersebut tidak muncul tanpa pertimbangan. Pengalaman Maxmillian dalam mengawal perjalanan organisasi sejak masa awal pembentukan hingga sekarang menjadi salah satu dasar keputusan para pengurus.

Selain pengalaman organisatoris, namanya juga tercantum dalam dokumen kepengurusan yang terdaftar melalui SK AHU Kementerian Hukum dan HAM RI Nomor AHU-0008102.AH.01.07.TAHUN 2024.

Dengan keputusan tersebut, jajaran DPN-JWI berharap masa transisi kepemimpinan dapat berlangsung secara tertib sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi organisasi di tingkat nasional maupun daerah.

Bagi para pengurus, kesinambungan JWI bukan sekadar persoalan pergantian figur. Lebih dari itu, proses tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga amanah organisasi, mempertahankan persatuan, dan meneruskan tujuan yang telah dibangun bersama.

“Yang harus kita jaga adalah keberlanjutan organisasi. Kepemimpinan harus mampu merangkul seluruh jajaran dan memastikan JWI tetap bergerak dalam satu arah,” kata Lindayani.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga soliditas, meningkatkan koordinasi, serta melanjutkan program organisasi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.