Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, yang menilai peluang kemajuan Kota Cimahi masih lebih besar dibandingkan tantangan yang dihadapi
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Momentum refleksi 25 tahun berdirinya Kota Cimahi menjadi ajang untuk menegaskan kembali pentingnya kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan. Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, yang menilai peluang kemajuan Kota Cimahi masih lebih besar dibandingkan tantangan yang dihadapi.
Menurut Wahyu, kunci utama pembangunan Kota Cimahi ke depan adalah kolaborasi antara DPRD, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta para penggerak otonomi Kota Cimahi. Ia menuturkan bahwa komunikasi dan diskusi yang terbuka antar pemangku kepentingan perlu terus dilakukan untuk merumuskan arah pembangunan kota.
“Hanya dengan satu kata, yaitu kolaborasi. DPRD, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan para penggerak Cimahi otonom harus terus berdiskusi secara terbuka dan sering bertemu untuk membahas bagaimana Cimahi ke depan. Dengan kolaborasi tersebut, Cimahi bisa bangkit dan menata diri dengan lebih baik,” ujar Wahyu pada media usai hadiri sarasehan di Hotel Tjimahi. Rabu (17/06/26).
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua I DPRD Kota Cimahi, Nafsun menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi solusi untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang saat ini dihadapi Kota Cimahi.
Ia menilai persoalan sampah masih menjadi isu paling krusial dan kerap menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, ia berharap sarasehan yang melibatkan para pendiri dan tokoh pembangunan Kota Cimahi dapat menghasilkan gagasan serta langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Masalah sampah selalu menjadi topik yang banyak dibicarakan masyarakat. Dengan bergeraknya para pendiri Kota Cimahi melalui sarasehan ini, saya berharap berbagai permasalahan yang ada, terutama persoalan sampah, dapat dituntaskan, bersama.” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kota Cimahi, Agung Yogaswara, menegaskan bahwa pembangunan kota membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat dan lembaga pemerintahan.
Menurutnya, pemerintah, legislatif, aparat penegak hukum, lembaga yudikatif, serta elemen masyarakat harus terlibat secara aktif dalam pembangunan. Ia menilai sebuah kota tidak dapat dibangun hanya oleh kelompok atau sektor tertentu.
“Pembangunan kota merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, legislatif, yudikatif, aparat penegak hukum, serta seluruh elemen masyarakat harus turut berkontribusi karena kita tidak bisa membangun kota hanya dengan segmen tertentu,” ujarnya.
Agung juga menyoroti keterbatasan yang dimiliki Kota Cimahi, terutama dari sisi wilayah dan sumber daya alam. Namun demikian, ia menilai Kota Cimahi memiliki modal utama berupa sumber daya manusia (SDM) yang harus terus ditingkatkan kualitasnya.
Menurutnya, berbagai persoalan perkotaan, seperti sampah dan banjir, dapat diselesaikan apabila didukung oleh SDM yang unggul dan memiliki kesadaran untuk berpartisipasi dalam pembangunan.
“SDM merupakan aset terpenting Kota Cimahi. Berbagai persoalan dapat diatasi jika kita memiliki sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan, dimulai dari hal-hal kecil yang dapat memberikan dampak besar terhadap penyelesaian berbagai masalah,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Agung juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan semangat perjuangan para pendiri Kota Cimahi. Ia mengajak generasi muda untuk tidak melupakan sejarah dan turut berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Saya tidak akan melupakan perjuangan para pendiri Kota Cimahi. Untuk itu, saya mengimbau generasi muda agar dapat memberikan manfaat dan kontribusi terbaik bagi kemajuan Kota Cimahi,” pungkasnya. (Bzo)

