DPRD Cimahi Sidak Proyek Rumdin, Pastikan Sesuai Aturan

IMG 20260408 213726
Anggota Komisi 3  DPRD Kota Cimahi sidak proyek pembangunan rumah dinas wakil dan Wali Kota cimahi di jalan Aruman

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Proyek pembangunan rumah dinas di Jalan Aruman mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Cimahi. Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Komisi 3 pada Rabu (8/4/2026) menitikberatkan pada pengawasan pelaksanaan proyek agar tak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kunjungan tersebut tak hanya bertujuan melihat progres pembangunan, tetapi juga memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan, baik dari sisi teknis maupun penggunaan anggaran.

Ketua Komisi 3 DPRD Kota Cimahi, Asep Rukmansyah, menegaskan bahwa proyek ini perlu diawasi secara ketat, mengingat nilai anggaran dan kondisi lahan yang tidak sederhana.

“Kami tak ingin pekerjaan ini dilakukan terburu-buru. Harus dipastikan semua sesuai perencanaan, terutama karena lokasinya bekas sawah yang punya risiko teknis cukup tinggi.” ujarnya di sela-sela sidak.

Ia menambahkan, aspek dasar seperti pemadatan tanah dan pembangunan struktur penahan menjadi titik krusial yang tidak boleh diabaikan.

“Kalau fondasinya tak kuat dari awal, dampaknya bisa panjang. Jadi kami minta pengerjaan cut and fill benar-benar maksimal,.” tegasnya.

Selain faktor teknis, DPRD juga menyoroti sisi anggaran yang mengalami penyesuaian dari rencana awal. Menurut Asep, efisiensi tidak boleh mengorbankan kualitas hasil pembangunan.

“Anggaran boleh disesuaikan, tapi kualitas jangan sampai turun. Ini yang terus kami kawal.” katanya.

Komisi 3 DPRD memastikan akan terus melakukan pemantauan berkala hingga proyek rampung. Mereka menegaskan, pengawasan ini penting agar pembangunan tidak menyisakan masalah baru di masa depan.

“ Kami akan terus awasi sampai selesai. Yang penting bukan hanya selesai cepat, tapi juga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, sebelumnya menyampaikan bahwa proyek ini tetap menjadi bagian penting dalam penguatan aset daerah. Namun, ia mengakui bahwa pelaksanaan di lapangan harus dilakukan dengan perhitungan matang.

” Kita ingin proyek ini berjalan baik, tak hanya selesai, tapi juga benar-benar layak dan aman digunakan dalam jangka panjang.” ujarnya.

Ia juga menyinggung konsep bangunan yang dirancang lebih terbuka untuk masyarakat, namun tetap harus memperhatikan aspek keamanan.

” Fungsinya memang bukan hanya sebagai rumah dinas, tapi juga ruang interaksi. Tapi tentu semua harus tetap memenuhi standar kelayakan,.” tukasnya. (Bzo)